Lebih Dari Sekadar Kata
Mural dari warga ( foto : @IjunKybo/twitter)

Muralkan Indonesia menjadi Trending Topik

KataKata.id – Komunikasi lewat seni mural berupa kritik menjadi perbincangan hangat di jagat maya. banyak warganet yang mengekspresikan mural di berbagai platform sosial medianya. Platform media sosial twitter saja warganet menyerukan #MuralkanIndonesia. hingga saat ini sudah ada sekitar 12 ribu warga yang berkicau soal itu.

Namun, seni mural berupa kritik justru ditertibkan oleh negara bahkan warga yang melukis mural pun dikenai pidana.

Anggota Komisi III Fraksi PKS DPR RI, Nasir Djamil menanggapi terkait kasus mural berisi kritikan yang menyebabkan polemik.

Nasir mengatakan dalam kurun waktu 10 tahun sejak 2009 sampai 2019, Indeks demokrasi di Indonesia berada disisi medium dan dapat dikatakan cukup mengkhawatirkan.

“Jadi kita di posisi sedang, memang tidak di posisi puncak atau di bawah, sedang ini bisa kebawah bisa keatas. Ada faktor yang bisa di keatas dan di ke bawah. Jadi posisi sedang ini mengkhawatirkan kita,” ujar Nasir dalam PKS Legislative Corner dikutip dari PKS ID, jumat (20/8/2021).

Anggota DPR Komisi III ini mengatakan bahwa terdapat beberapa sebutan yang diberikan oleh pengamat didalam maupun diluar negeri terkait kondisi demokrasi saat ini, seperti contohnya kemunduran demokrasi atau demokrasi tanpa demos.

“Istilah istilah ini tentu mengkhawatirkan kita, oleh karena itu apa yang terjadi di Indonesia apabila kita kaitkan dengan ukuran atau indeks demokrasi memang demokrasi di Indonesia ini mengkhawatirkan,” tegas Nasir.

Nasir juga menyampaikan bahwa kebebasan berekspresi sudah dibawa sejak lahir, oleh karena itu upaya pencarian pembuat mural menjadi pertanyaan terkait nasib demokrasi di Indonesia saat ini.

“Sebenarnya itu kan ekspresi, sejak lahir manusia sudah membawa kebebasan. Makanya ada Freedom, jadi kebebasan untuk menyampaikan ekspresi itu dibawa sejak lahir. oleh karena itu ketika ada upaya untuk mencari yang membuat mural, akhirnya membuat orang mempertanyakan nasib demokrasi di Indonesia ini,” tukas Nasir.

Polemik mural ini mengingatkan masyarakat bahwa yang ditutup di istana itu bisa dibuka di sosial media.

“Polemik mural ini mengingatkan masyarakat yang ditutup di istana itu bisa dibuka di sosial media.tetapi konyolnya begitu kan. nanti ditambah staf khusus karena cuma satu staf khusus yang nyuruh – nyuruh orang minta maaf karena cukup akibatnya seluruh kegiatan istana adalah memantau sosial media sehingga dia tidak lagi memantau penderitaan rakyat,” kata analis politik Rocky Gerung lewat akun Youtube Rocky Gerung Official, jumat (20/8/2021).

Rocky menjelaskan, dia takut pada wajahnya sendiri. akan beredar tidak hari ini di FNN, akan beredar tidak di Refly Harun atau di forum – forum PKS dan Gelora segala macam kritik itu. tetapi sebetulnya bagian paling buruk adalah mencurigai warga negara. jadi, apalagi mencurigai kreativitas warga negara. itu konyol. itu yang memungkinkan kita untuk berpikir bahwa memang sejarah sedang mengarahkan negeri ini pada Endgame. itu intinya tuh.

“Jadi, memang enggak punya lagi satu keadaan di mana orang bisa ditapis. jadi kita juga ingin melihat apa yang ingin diubah presiden. kalau dibilang lakukan Rhesuffle apalagi yang mau di rhesuffle. kan sekarang yang terjadi adalah Megawati dan Presiden Jokowi ada ketegangan tetapi nanti juga upaya untuk memperlihatkan ada keakraban. sebetulnya dibelakang itu adalah upaya untuk saling menagih rhesuffle baru,” jelasnya.

“Mungkin ibu Megawati tidak sanggup untuk minta Presiden Jokowi supaya memperhatikan dua Menko karena dianggap tidak bermanfaat bagi PDIP tetapi presiden Jokowi mengganggap ya hanya dua Menko itu yang bisa membantu dia untuk menyelesaikan soal. jadi keadaan politik kita betul – betul compang camping saja. terlihat dari luar seolah – olah juru bicara tetapi itu bukan juru bicara. tetapi itu adalah buzzer doang kan,” terangnya.

“Jadi, kemampuan istana betul – betul ada di dalam kapasitas yang tidak bisa lagi kita andalkan,” ungkapnya.

“Karena itu yang menyebabkan mural akan bertumbuh terus jadi, saya pastikan setiap minggu ada mural baru,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

H-2 Menjelang Berakhirnya Pengajuan Perbaikan Syarat Calon, Parpol Mulai Datangi KPU Riau

rasid

Silang pendapat soal jadwal Pemilu, DPR ngotot diadakan 2024

rasid

Jebolan Ajang Pencarian Bakat Micky AFI Bergabung ke Perindo Riau

rasid