Lebih Dari Sekadar Kata
Pengamat politik pemerintahan asal Universitas Islam Riau, DR Panca Setyo Prihatin ( Foto : Dok. Pribadi )

Lambatnya penunjukan Sekda Riau defenitif, ini analisis Pengamat Politik Pemerintahan

KataKata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hingga saat ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Presiden terkait penunjukan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau hasil seleksi terbuka tim panitia seleksi.

Penunjukan Sekretaris Daerah ini menjadi perlu segera disampaikan oleh pemerintah pusat ke pemerintah Provinsi Riau karena jabatan sekda itu merupakan jabatan yang sangat strategis dalam roda pemerintahan.

Menanggapi hal itu Pengamat Politik Pemerintahan menilai posisi sekda riau itu posisi strategis dalam pemerintahan. namun hingga saat ini belum ditetapkan siapa sekda definitif Riau itu.

“Jabatan sekretaris daerah provinsi Riau yang telah lama kosong sepeninggal yan pranajaya karena terjerat kasus hukum menjadikan posisi strategis dalam pemerintah provinsi Riau ini diisi oleh PJ sekda SDR Masrul kasmy. Hal ini dilakukan sesuai Permendagri No.91 tentang penunjukan penjabat sekda. Hal ini dilakukan agar penyelenggaraan pemerintah bidang administrasi, organisasi, tata laksana serta memberikan pelayanan administratif tetap berjalan,” kata Pengamat Politik Pemerintahan asal Universitas Islam Riau, DR Panca Setyo Prihatin melalui keterangan tertulis yang diterima KataKata, Selasa (3/8/2021).

“Anehnya sampai saat ini penetapan nama sekda definitif belum juga terjadi sehingga penjabat sekda provinsi yang telah mengisi kekosongan sementara posisi tersebut sudah hampir 6 bulan sebagai penjabat sekda dan sesuai ketentuan sudah harus mengakhiri tugas-tugasnya,” terangnya.

Panca menjelaskan, walaupun jabatan sekretaris daerah ini adalah jabatan karier tertinggi di pemerintahan tetapi kita tidak bisa menafikan bahwa kepala daerah sangat berkepentingan karena sekda adalah elite birokrat yang perannya sangat strategis dalam menjalankan agenda pemerintahan. selera kepala daerah ini juga bisa dimanipulasi dengan hak preogratifnya atas nama-nama yang diusulkan oleh tim seleksi.

“Sehingga tidaklah mengherankan jika sekda yang akan dipilih memiliki kesamaan visi dan misi dengan kepala daerah, hal ini menurut saya tidaklah menjadi masalah karena sekda dituntut bisa membaca secara cerdas arah kebijakan kepala daerah dan sekaligus memastikan bahwa seluruh kebijakan yang ada tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan,” jelasnya.

“di banyak kasus memang soliditas kepala daerah dan sekda juga tidak jarang mendorong kepala daerah masuk ke ranah hukum karena sekda membiarkan kepala daerah terjebak dalam pusaran hukum,” sambungnya.

Menurutnya, lambatnya penetapan sekda provinsi Riau yang definitif ini disebabkan oleh tarik menarik kepentingan tidak saja di internal pemerintah tetapi juga melibatkan stakeholder lain yang berkepentingan dengan itu. bisa lembaga legislatif, atau pihak lain yang memiliki akses kepentingan dengan pemerintah Provinsi Riau.

“Apapun itu saya menganggap ini bagian dari dinamika yang biasa saja dan terpenting tentulah sekda dan jajaran birokrasi pemerintah Provinsi Riau harus menjalankan secara maksimal fungsinya sebagai pelayan publik apalagi ditengah pandemi covid 19 ini,” ungkap Panca.

“Tentu pemerintah dituntut lebih proaktif dalam membaca keinginan dan jeritan masyarakatnya,” tutupnya.

Untuk diketahui, hasil asessment Sekdaprov Riau ada tiga calon yang dinyatakan lulus seleksi akhir. Ketiga peserta itu yakni SF Hariyanto, Said Mustafa dan Indra Suandy.

Penetapan tiga calon itu sesuai dengan SK Nomor 20/PANSEL/JPTM/2021, ditetapkan oleh Pansel Sekdaprov Riau, yang diketuai Dr M Yafiz.

 

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Sandiaga Uno Absen di Acara Gerindra, Prabowo: Kalau Mau Pisah, Silahkan

rasid

KPU Riau dan Jajaran Siapkan Posko Tanggapan DPS Pemilu 2024  

rasid

DPC Gerindra Siak Buka Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024 untuk Umum

rasid