Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi [internet]

Indikator Politik Indonesia sebut ketidakpuasan masyarakat terhadap demokrasi meningkat

KataKata.id – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengatakan ketidakpuasan masyarakat terhadap demokrasi meningkat akibat banyak penangkapan pada pedemo dan aktivis.

Ketidakpuasan terhadap demokrasi di Indonesia disebut meningkat menurut survei Indikator Politik Indonesia (IPI) pada September 2021. Ketidakpuasan terhadap demokrasi awalnya berada di angka 32,1 persen pada April 2021 dan naik menjadi 44,1 persen.

“Kenapa tadi demokrasi turun, ya karena ada penangkapan sewenang-wenang, yang tercatat YLBHI pada 2019 saja ada 1.144 orang ditangkap sewenang-wenang dan meningkat pada 2020 ada 3.539,” kata Asfinawati dikutip dari CNN Indonesia dalam webinar, Minggu (26/9).

Asfinawati juga menyinggung data Polri yang menyebut ada 5.918 orang ditangkap saat demo Omnibus Law UU Ciptaker. Dari jumlah itu, 87 orang ditangkap dan sekitar 5.831 orang dilepaskan.

“Langkah melepaskan itu seakan-akan baik, tapi dari segi hukum dan demokrasi enggak boleh, karena penangkapan hanya untuk kepentingan perkara pidana. Kalau enggak ada perkara pidana ya enggak boleh ditangkap,” ucapnya.

Dia kemudian menyinggung data YLBHI pada 2020-2021 sebanyak 1.265 orang yang tak bisa mendapat akses bantuan hukum oleh LBH dan YLBHI karena dihalangi oleh petugas kepolisian. Dari jumlah itu, mayoritas adalah anak muda, anak kuliah, yang menyampaikan aspirasi dengan turun ke jalan atau kritik melalui media sosial.

Menurut Asfinawati, tak mengherankan bila tingkat kepuasan pada kinerja Presiden Joko Widodo disebut kecil pada generasi Z atau kalangan mahasiswa.

“Saya enggak heran kalau dalam survei, kepuasan pada kinerja Presiden Jokowi lebih rendah di kalangan orang muda, ya karena itu tadi,” tuturnya.

Berdasarkan survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dirilis per september, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan demokrasi itu 47,6 persen.

“Warga terbelah dalam menilai pelaksanaan demokrasi. Sekitar 47,6 persen warga merasa cukup atau sangat puas terhadap pelaksanaan atau praktik demokrasi di negara kita sejauh ini, sedangkan yang kurang atau tidak puas sama sekali sekitar 44,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi melalui tayangan Youtube Indikator Politik Indonesia, Ahad (26/9/2021).

Mengenai tren kepuasan atas kinerja demokrasi, Burhanudin mengatakan, dibanding awal tahun ini, kini kepuasan menurun.

“Ketidakpuasan terhadap pelaksanaan demokrasi justru meningkat,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Peringati Hari Sumpah Pemuda, KPU Riau Gelar Nobar Bersama Mahasiswa UMRI

rasid

Wacana Penundaan Pemilu Muncul Karena Istana Gagal Mempromosikan Jabatan Presiden Tiga Periode

rasid

Partai Nasdem Siap Menyongsong Pemilu 2024

rasid