Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi Indikator Politik Indonesia (net)

Indikator Politik Indonesia keluarkan hasil survei peta elektoral pilihan presiden dan Parpol

KataKata.id – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional terbaru mengenai peta elektoral terkini pilihan presiden dan partai politik jika pemilu diadakan hari Rabu (28/8/2021).

Survei nasional ini dilaksanakan dari 30 Juli 2021 hingga 4 Agustus 2021.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Sumber : Rilis Survei Nasional Indikator Politik Indonesia

Berdasarkan temuan Indikator Politik Indonesia, Prabowo Subianto tampak masih lebih besar dukungannya sebagai calon presiden ketimbang nama – nama lain, tapi tidak menonjol. calon pesaing utamanya yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. kemudian ada juga nama Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ridwan Kamil.

“PDIP hingga sejauh ini masih paling banyak basis pendukungnya sekitar 24 persen. kemudian disusul Gerindra 12.8 persen, Golkar dan Demokrat masing-masing sekitar 9 persen, PKB 8.2 persen, PKS 7 persen, PPP 3.9 persen, NasDem 3.5 persen, PAN 2.2 persen, dan partai lainnya lebih rendah basis dukungannya. Sementara kelompok non partisan, yang belum memiliki kecenderungan terhadap partai politik masih sekitar 17 persen,” jelas rilis Survei Indikator Politik Indonesia.

“Sedangkan Tingkat kedekatan pemilih terhadap partai sangat rendah yakni hanya 11 persen. Hal ini membuat volatilitas dukungan electoral sering terjadi di Indonesia,” sebut temuan Indikator.

“Walaupun Pak Prabowo predikat tertinggi tetapi elektabilitasnya belum dominan. jadi,ini belanda masih jauh. 26 persen itu belum cukup aman untuk bisa mengantongi kemenangan di tahun 2024,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi.

“Pesaing kuat lainnya adalah Anies Baswedan, jaraknya juga tidak terpaut jauh, sekitar 8 persen hingga 13 persen tergantung jumlah dan nama calon yang disimulasikan. nama – nama lain dukungannya masih kurang dari 10 persen,” terang Burhanudin.

“Jika Pileg diadakan sekarang, pada simulasi semi terbuka daftar 17 nama dan lambang partai, PDIP teratas dengan 24.4 persen. Kemudian Gerindra 12.8 persen, Golkar dan Demokrat masing-masing sekitar 9 persen, PKB 8.2 persen, PKS 7 persen, PPP 3.9 persen, Nasdem 3.5 persen dan PAN 2.2 persen. Partai-partai lain lebih sedikit didukung warga. masih ada 17 persen yang belum menjawab,” jelasnya.

 

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

KPU Riau Sampaikan Berita Acara dan SK Hasil Penetapan DCT Calon DPD dan DPRD Pemilu 2024 kepada Parpol dan Calon DPD

rasid

Bupati Meranti Diduga Tolak Kedatangan Gubri, Pengamat: Tidak Etis

rasid

Indikator Politik Indonesia: PDIP trendnya menurun dalam 2 bulan terakhir

rasid