Lebih Dari Sekadar Kata
Fahri Hamzah ( Foto : fahrihamzah/instagram )

Fahri : Jewerlah eksekutif di seluruh lini dan jangan bersekongkol

KataKata.id – Mantan wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah baru – baru ini membahas tentang oposisi dalam tradisi presidensial.

Fahri mengatakan, istilah oposisi tidak dikenal dalam presidensialisme, termasuk UUD 1945 kita. Sebenarnya oposisi adalah istilah parlementer.

“Tapi fungi oposisi kita sebenarnya ada di legislatif tersebut,” katanya lewat akun twitter miliknya, @Fahrihamzah, Ahad (29/8/2021).

Fahri menjelaskan merdekakan mereka dari kungkungan Daulat Partai Politik dan kembalikan Daulat Rakyat. sekarang, ketika semua terasa dihapus dan ditakedown, maka semua nampak bisa dihentikan. tapi partai politik di DPR RI tidak sadar bahwa konstitusi menjamin adanya fungsi oposisi dan pengawasan.

“Bahwa ada yang tidak bisa dihentikan yaitu mulut anggota DPR RI yang dijaga imunitasnya,” jelasnya.

“Jadi, banyak partai yang tidak tau cara oposisi dalam presidensiil. bicara “kami oposisi” tapi faktanya parlemen kita sepi dari orang cerewet. Kalau DPR sepi artinya sesungguhnya oposisi sudah tidak ada. hanya dengan mengembalikan “Daulat Rakyat” maka oposisi tegak,” sebutnya.

“Ini kritik saya kepada partai yang gak diundang ke istana kemarin. mereka sibuk dengan branding “berada di luar istana dan kabinet” tapi gak paham bagaimana membangun pandangan alternatif dengan menggunakan kekebalan legislatif DPR. mereka sama saja sebenarnya,” papar Fahri.

Menurutnya, peran pengawasan dan oposisi tidak bisa diserahkan kepada masyarakat sipil atau pun partai baru.rakyat pada dasarnya tidak bebas, terbukti sekarang. tapi suara rakyat di DPR sangat berarti dan dahsyat. inilah yg harusnya kita fungsikan. Jangan malah sibuk pencitraan.

“Ayo parpol yang ngaku oposisi aktifkan semua anggota DPR kalian. suruh mereka menggonggong lebih keras. hingga suara rakyat yang tak terdengar menjadi nyaring terdengar. Jewerlah eksekutif di seluruh lini dan jangan bersekongkol dengan mereka. diam kalian adalah sekongkol!,” jelas Fahri.

“Mana hak bertanya, interpelasi, angket bahkan hak menyatakan pendapatmu? saya sudah banyak ceramah soal eksekutif, dalam sistem apapun mereka selalu ingin mengkonsolidasi kekuasaannya, termasuk demokrasi,” tegasnya.

“Makanya pengawasan dan oposisi diperkuat. mumpung mulut kebal hajar dong. toh ketua Mahkamah Kehormatan DPR RI kan dari ‘oposisi”. berani gak?,” demikian Fahri.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Usai Mendaftar, Bacalon DPD Jenewar Minta Doa Restu Dari Masyarakat Riau

rasid

Sepanjang 2023 Terdapat 189 Isu Hoaks Pemilu 2024

rasid

Usung Konsep Perubahan dan Perbaikan, Demokrat Inhu Targetkan Kursi di Dapil III

rasid