Lebih Dari Sekadar Kata
Anggota DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat. [Dok. DPRD Riau]

Anggota DPRD Riau : Jangan sampai korban dugaan pelecehan seksual Diintimidasi

KataKata.id – Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang terjadi di universitas Riau menyita perhatian publik. Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi yang diduga dilakukan oknum Dosen tersebut saat ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian resort pekanbaru.

Kasus dugaan pelecehan ini juga ternyata mendapat perhatian dari Anggota DPRD Riau Ade Hartati Rahmat MPd. Dia memuji langkah korban yang berani mengambil sikap dan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Tidak banyak korban yang berani speak up. Pembuktiannya sulit, undang – undang kita belum responsif terhadap korban pelecehan seksual itu. Harus ada saksi, alat bukti dan itu berat untuk korban, karena pelecehan seksual tidak ada yang dilakukan secara terbuka, pasti sembunyi dan tak ada saksi. Tapi kita harus support korban yang berani melapor kepada pihak terkait,” kata Ade Hartati saat dikonfirmasi katakata, Ahad (7/11/2021) sore.

“Jangan sampai dia korban, dia dilaporkan, dia malah kena pencemaran nama baik, dan macam-macam. Ini harus satu persepsi, dia adalah korban, yang sudah dikatakan presiden bahwa pelecehan seksual adalah extraordinary crime,” ujar legislator yang fokus pada isu perempuan dan anak itu.

Ade Hartati mengingatkan, agar tidak lagi terjadi hal- hal dugaan pelecehan seksual.

Dia pun meminta aparat penegak hukum harus satu persepsi terlebih dahulu, bahwa pelapor adalah korban.

Pihak Kampus Menurutnya, Harus segera melakukan tindakan, agar tidak berlarut – larut persoalan tersebut dan malah akan menyudutkan korban.

“Pelecehan seksual ini adalah extraordinary crime, bisa menghancurkan masa depan si mahasiswi. Apalagi ada relasi kuasa, ada dimanfaatkan untuk hal- hal yang dapat diintimidasi ke mahasiswi yang menjadi korban. Dan mahasiswi sulit untuk bisa menyikapi hal itu. Kita harus bersama-sama mengadvokasi ini, agar tak ada korban ke depan,” terang Ade Hartati.

Perguruan tinggi dikatakannya, tempat kita mendapatkan pendidikan. Terlepas dari asas praduga tak bersalah, Maka kita minta agar kampus mengklarifikasi hal ini.

“Harus ada sikap secepatnya dari perguruan tinggi untuk menyelesaikan hal ini,” tutup Ade Hartati.

Reporter : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Virtual Talk KAMMI Riau sorot persiapan Pemilu Serentak 2024

abbas

Tema dan Moderator Debat Kandidat Pilpres 2024 Nanti Malam

rasid

Survei Poltracking Indonesia: Trend Elektabilitas Capres Prabowo Cenderung Naik di Jawa Barat

rasid