Lebih Dari Sekadar Kata
Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla ( Foto : jusufkalla/instagram)

Afghanistan sudah dikuasai Taliban, ini tanggapan mantan Wapres RI

KataKata.id – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan tanggapannya terkait situasi Afghanistan yang saat ini sudah dikuasai oleh Taliban. Selain itu Amerika juga telah menarik pasukannya dari Afghanistan.

Jusuf Kalla berpendapat bahwa sebenarnya lawan dari Taliban itu adalah Amerika Serikat.

“Taliban telah berkuasa dari tahun 1996 sampai 2001. dijatuhkan oleh Amerika. jadi, lawan Taliban sebenarnya adalah Amerika bukan pemerintah Afghanistan. sekarang ini itu mereka tentu karena mendukung Amerika dilawan juga. tetapi lawan sebenarnya mereka ialah Amerika itu,” Katanya pada webinar diskusi publik Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia, Sabtu (21/8/2021).

“Amerika menjatuhkan Taliban dalam pemerintahan dikarenakan karena Taliban itu Thalib itu kan kita tahu semualah. mempunyai Ideologi yang sangat konservatif dan kadang – kadang brutal atau mengatur negara dengan brutal,” kata JK.

JK menjelaskan sampai kita tahu semua bahwa tujuan Amerika adalah menghukum Osama Bin Laden karena dia dianggap memerintahkan untuk mengebom Word Trade Center ( WTC). walaupun juga kita tahu sama-sama bahwa Osama tidak berada di Afghanistan pada saat ditangkap. dia berada di Pakistan karena itulah Amerika berperang di Afghanistan itu sebenarnya tujuannya tidak jelas.

“Apa yang akan terjadi ke depan? yang terjadi sekarang ini ada 3 kelompok yakni Amerika, Taliban dan Pemerintahan Ashraf Ghani. berada dalam satu situasi perang di antara mereka. tetapi perang sebenarnya itu antara Taliban dan Amerika,” jelasnya.

“Jadi, 3 kelompok ini semuanya ingin keluar jadi jebakan seperti ini. karena itu maka yang sebenarnya memenangkan peperangan, banyak orang mengatakan Taliban hebat dalam diplomasi. pada waktu saya berbicara dengan mereka keduanya, sebenarnya ingin damai. kompromi antara pemerintah dengan dan ingin Power Sharing. semuanya seperti itu,” ungkapnya.

“Tetapi yang paling resah di Afghanistan justru Amerika. dia tidak mau seperti Vietnam pulang terbirit-terbirit dan itu dia menerima suatu perundingan yang pada akhir tahun lalu disetujui bahwa mereka Amerika akan meninggalkan Afghanistan itu sebenarnya keresahan. 20 tahun perang terlama selama sejarah Amerika dan perang yang tidak dimenangkan oleh Amerika. Amerika tidak bisa memenangkan perang besar dan tidak pernah menang dengan sistem perang gerilya,” paparnya.

“Saya minta juga Menlu mencabut gelar teroris itu di PBB dewan keamanan. kebetulan Indonesia menjadi anggota dewan keamanan. berhasil untuk memberi izin kepada enam orang tahap pertama,” tegasnya.

JK juga bercerita, kemudian mereka saya undang ke Indonesia dan mereka setuju. sebenarnya bertanya mengenai prinsip – prinsip kedamaian tetapi tidak setuju perang dengan Amerika. biarkan tetap melanjutkan sama Amerika. meminta Indonesia untuk mengadakan pertemuan dengan para ulama dan bantuan dari menteri luar negeri di Indonesia

“Maka kita adakan pertemuan dengan para ulama 2018 di Bogor dan pertemuan itu sukses ada deklarasi Bogor yang meminta bahwa penyelesaian itu diselesaikan secara islami dengan damai karena kita pemerintah selalu menjaga kedamaian,” terangnya.

“Saya kesana pada waktu itu untuk mempertegas bahwa kita melaksanakan prinsip perdamaian. kita bicara juga di Doha bagaimana menyelesaikan permasalahan ini walaupun prinsipnya senjata. tetapi sebenarnya mereka tidak ingin berperang saudara tetapi ingin bagaimana Amerika itu pulang dan itu strateginya,” sambungnya.

Menurut JK, yang sangat tepat sekali dilakukan oleh Taliban bahwa pemerintah Ghani itu dapat memerintah karena dukungan Amerika. jadi, begitu Amerika tinggalkan Afghanistan nanti pasti pemerintah Afghanistan yang ada itu pasti ingin diselesaikan dengan damai.

“Tetapi satu hal yang negatif, bahwa semua orang Afghanistan yang netral itu trauma kepada pemerintahan Taliban karena takut brutal, anak – anak, perempuan tidak boleh keluar rumah dan juga tidak boleh bekerja,” kata JK.

“Itu semua efek trauma,” tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri berhasil mengevakuasi WNI yang berada di kabul, Afghanistan.

“Tim evakuasi membawa 26 WNI termasuk staff KBRI, 5 WN Filipina, dan 2 WN Afghanistan (suami dari WNI dan staff lokal KBRI),” kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi melalui akun twiter miliknya, @ Menlu_RI, jumat (20/8/2021).

“Alhamdullilah, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan dengan pesawat TNI AU,” terang Retno.

“Pesawat saat ini sudah berada di Islamabad untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia,” tutupnya.

Editor : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Polri, KPU, Bawaslu, KPI, PWI dan Dewan Pers Gelar Rakor Persiapan Pemilu 2024

rasid

Sosok Lula Da Silva, Presiden Brasil Terpilih yang pernah Jadi Office Boy

rasid

Bagja Minta Pengawas Pemilu Tingkatkan Intensitas Kerja-kerja Pengawasan

rasid