Lebih Dari Sekadar Kata
Peta titik jalan rencana pembangunan Flyover [Foto : Google Maps]

Terkait rencana pembangunan Flyover Garuda Sakti, ini kata pengamat Tata kota

KataKata.id – Flyover dibangun untuk mempermudah jalur lalu lintas di wilayah yang telah berkembang dan meningkatkan pelayanan penyaluran barang dan jasa berguna mendukung kenaikan pertumbuhan ekonomi.

Rencana pembangunan flyover jalan di simpang Garuda Sakti sudah bergulir sejak beberapa bulan lalu.

Menyikapi rencana pembangunan itu pengamat Tata Kota, Muhammad Ikhsan mengatakan banyak usulan dari berbagai pihak untuk membuat flyover simpang Garuda Sakti dengan jalan Soebrantas.

“Akhir – akhir ini banyak usulan dari berbagai pihak untuk membuat flyover Simpang Garuda Sakti dengan Jalan Soebrantas. Pembangunannya ditaksir menelan biaya Rp 100 milyar,” katanya kepada KataKata, Kamis (7/10/2021).

“Jumlah yang cukup besar, karena itu perlu dipertimbangkan betul – betul sebelum diambil keputusan oleh pemerintah,” terang Ikhsan.

Menurut Ikhsan, yang lebih penting dari flyover adalah dibangunnya jalan 2 jalur (4 lajur) untuk jalan lingkar Kubang dan Jalan Garuda Sakti sendiri sekitar 15 kilometer.  biayanya lebih kurang sama, tetapi manfaatnya jauh lebih besar, bukan hanya mengatasi macet di persimpangan, tetapi juga melancarkan lalu lintas di ruas jalan padat ini.

“Sehingga truk dan bus tidak curi – curi lagi melewati jalan Sukarno Hatta dan jalan soebrantas, karena jalan Lingkar Kubang dan Garuda Sakti lebih nyaman dan cepat,” ujarnya.

Ikhsan menjelaskan, Pelebaran juga berarti pelebaran tikungan di simpang Garuda Sakti, hal yang sederhana sebenarnya. Jalan lingkar Kubang dan Garuda Sakti ini sudah ramai dengan pemukiman padat di kanan kirinya.

“Sehingga dengan jalan cuma 1 jalur sekarang ini sangat padat, rawan macet dan kecelakaan,” jelasnya.

“Mudah-mudahan cepat terlaksana. pembangunan bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk memecahkan persoalan yang ada,” tutupnya.

Terkait rencana pembangunan itu Komisi IV DPRD Riau sudah menyampaikan usulan pembangunan flyover itu kepada Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Riau.

“Komisi IV DPRD Riau telah mengusulkan pembangunan flyover kepada perwakilan Provinsi Riau di DPR RI. Namun pada saat ini kami belum menerima informasi terkait kelanjutan rencana pembangunan flyover yang memang sudah sangat di idamkan masyarakat. Insya Allah, dalam waktu dekat saya akan coba komunikasikan kembali ke Anggota DPR RI dapil Riau Pak Syahrul Aidi Maazat,”kata wakil ketua DPRD Riau, Agung Nugroho mengutip dari riaupos.

Ia berharap rencana pembangunan flyover untuk Perempatan Jalan Garuda Sakti bisa terealisasi pada APBN Perubahan. Atau paling tidak pada APBN murni 2022.

Saat ditanya apakah memungkin dengan menggunakan mekanisme sharing budget antara pusat dengan provinsi, opsi tersebut menurut Agung sah-sah saja. Asal rencana pembangunan biasa terealisasi dengan cepat.

“Kalau sharing budget dengan APBD Riau, saya rasa memungkin saja. Bisa keroyokan antara APBN dan APBD Provinsi,” ujarnya.

“Namun, tentu harus ada pembicaraan lagi antara pemprov dengan kementerian terkait. Ini yang akan kami dorong. Kalau memang memungkinkan, dan pusat setuju, kenapa tidak? Bisa dibahas di APBD murni 2022 ini,” sambungnya.

Dalam waktu dekat, Agung akan mengajak anggota Komisi IV DPRD Riau serta untuk turun mengecek langsung situasi di lapangan serta dengan membawa mitra dari OPD terkait.

Ia juga akan dorong komisi IV untuk membuat rekomendasi agar persoalan yang ada disana bisa teratasi dengan cepat. Setidaknya, paling minim aktivasi trafic light dan perbaikan jalan yang rusak parah. Karena ketika hujan, lanjut dia, lubang yang menganga digenangi air.

“Pengendara roda dua sering terkecoh dan menghantam lubang tersebut hingga terjadi kecelakaan,” tukasnya.

Reporter : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Sumbar – Riau Tandatangani Kerja Sama Soal Optimalisasi Pembangunan Daerah

rasid

Pemko Pekanbaru Usulkan Pembangunan Jembatan Siak V dan Jalan Lingkar Ke Pusat

rasid

Fadli Zon Berharap Bahasa Melayu Diterima Sebagai Bahasa Kerja di ASEAN

rasid