Lebih Dari Sekadar Kata
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama kepala daerah Kabupaten dan Kota Wilayah Kerja (WK) Migas Rokan Provinsi Riau tandatangan Mou untuk menentukan pelamparan reservoir (Foto : Mediacenterriau)

Teknik perminyakan UIR ditunjuk Pemprov menghitung palamparan reservoir Blok Rokan

KataKata.id – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Kabupaten dan Kota Wilayah Kerja (WK) Migas Rokan Provinsi Riau menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dan berita acara penunjukan lembaga independen untuk menentukan pelamparan reservoir pada WK Migas Blok Rokan di Provinsi Riau, berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Kamis (9/9/2021).

Adapun pemerintah kabupaten atau kota yang ikut dalam penandatanganan MoU tersebut yaitu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Kampar, dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Gubri mengatakan sebelum penandatanganan MoU, dilakukan rapat bersama kabupaten/kota WK Blok Rokan terlebih dahulu dalam rangka membahas Partisipasi Interest (PI) 10%, sekaligus juga menyepakati penunjukan perguruan tinggi yang nanti akan menghitung pelamparan produksi migas di Riau.

“Ini salah satu syarat dalam rangka untuk mengusulkan kepada SKK Migas untuk mendapatkan PI 10%,” sebutnya.

“Pemprov Riau sudah menerima surat dari SKK Migas, agar Pemprov dan kabupaten penghasil migas agar menunjuk BUMD sekaligus juga tentunya menyampaikan hasil pelamparan dari kajian perguruan tinggi,” terang Syamsuar.

Ia mengungkapkan, dari hasil kesepakatan bersama, telah ditetapkan BUMD yang ditunjuk menerima PI 10 persen adalah PT Riau Petroleum dan Perguruan Tinggi yang ditunjuk adalah Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau.

“Ini sudah disepakati bersama tadi dalam waktu yang tidak begitu lama ini kami akan memberitahukan kepada Dekan Fakultas Teknik UIR agar bisa membantu kami dalam rangka menghitung pelantaran,” ungkapnya.

“Karena disitu nanti ketahuan berapa hasil yang diperoleh masing-masing kabupaten penghasil migas sesuai dengan pelantaran fungsi migas masing-masing daerah,” tutup Syamsuar.

Sumber : Mediacenterriau

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Mendagri Sebut Bupati Meranti Tak Memiliki Etika, Adil Klaim Sibuk Kerja

rasid

Ombudsman RI: Penilaian Pelayanan Publik 2022 Libatkan Opini Masyarakat Sebagai Pengguna Layanan

rasid

Penjelasan Lengkap Menkeu Sri Mulyani Soal THR dan Gaji ke-13

rasid