Lebih Dari Sekadar Kata
Menteri Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat memaparkan situasi PPKM luar Jawa dan Bali ( Foto : tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

PPKM luar Jawa dan Bali diperpanjang hingga 20 September 2021

KataKata.id – Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa dan Bali dari tanggal 7 September hingga 20 September 2021. cakupan wilayah yang berada di Level 4 kembali mengalami penurunan yaitu dari 34 kabupaten kabupaten/kota menjadi 23 kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (06/09/2021) malam.

“di luar Jawa dan Bali ini dilakukan perpanjangan PPKM, yaitu PPKM Level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota, yang sebelumnya adalah di 34 kabupaten/kota,” ujar Airlangga.

Adapun rincian daerah yang menerapkan PPKM Level 4 tersebut adalah sebagai berikut

  1. Kota Banda Aceh
  2. Aceh Tamiang
  3. Aceh Besar
  4. Kota Medan
  5. Kota Sibolga
  6. Mandailing Natal, Sumatra Utara
  7. Kota Padang, Sumatra Barat
  8. Kota Jambi, Jambi
  9. Bangka, Kep. Bangka Belitung
  10. Kota Banjarbaru
  11. Kota Banjarmasin
  12. Kotabaru di Kalimantan Selatan;
  13. Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah;
  14. Kota Balikpapan
  15. Kutai Kartanegara
  16. Mahakam Ulu, Kalimantan Timur;
  17. Kota Tarakan, Kalimantan Utara;
  18. Kota Makassarm Sulawesi Selatan;
  19. Kota Palu
  20. Poso, Sulawesi Tengah
  21. Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
  22. Kupang, Nusa Tenggara Timur
  23. Manokwari, Papua Barat.

“Untuk PPKM Level 3 diterapkan di 314 kabupaten/kota, ini naik dari sebelumnya di 303 kabupaten/kota. PPKM Level 2 diterapkan pada 49 kabupaten/kota, ini sama dengan yang sebelumnya,” terang Airlangga.

Airlangga mengatakan bahwa evaluasi PPKM luar Jawa dan Bali dilakukan setiap dua pekan sekali meski asesmen dilakukan setiap pekan.

Berdasarkan hasil evaluasi, hingga 5 September 2021 jumlah kasus aktif nasional mencapai 155.519 kasus, dengan luar Jawa dan Bali berkontribusi sebanyak 60 persen. kasus aktif di luar Jawa dan Bali mengalami penurunan dengan penurunan tertinggi dicatatkan oleh Nusa Tenggara sebesar minus 73,76 persen.

“Dari segi kesembuhan di luar Jawa dan Bali itu sebesar 90 persen, sedikit di bawah nasional yang 92,94 persen. kemudian kasus kematian di luar Jawa dan Bali 2,99 persen, di bawah nasional yang sedikit lebih baik yaitu 3,29 persen,” kata Airlangga.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Besok Pemerintah akan umumkan kelanjutan Kebijakan PPKM Level 4

rasid

Pemerintah Naikkan Tarif Cukai Rokok Sebesar 10 persen, Berikut Penjelasan Sri Mulyani

rasid

Membahayakan Pengguna Jalan, Portal Jembatan Siak I Pekanbaru Dilepas

rasid