Lebih Dari Sekadar Kata
Pelatihan Pakan Ikan di Rohil oleh Anggota DPD RI, Intsiawati Ayus [Foto : istimewa]

Kepada Anggota DPD RI, Kadiskan Rohil Sebut Masih Kekurangan Penyuluh Perikanan

KataKata.id – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Muhammad Amin mengatakan daerah ini masih kekurangan jumlah petugas penyuluh perikanan. Saat ini hanya ada 5 penyuluh yang melayani ribuan nelayan di Rohil.

Hal tersebut didedah Kadiskan Rohil di hadapan Anggota Dewan Perwakilan Daerah/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPD/MPR) RI, Intsiawati Ayus.

“Kita ada 18 kecamatan, ada 15 ribu nelayan. Harapan kami, jumlah petugas penyuluhan perikanan atau pendamping lapangan hanya lima orang, ditambahkan paling tidak (jadi)18 orang,” ujarnya, Rabu (13/10/2021) pada pembukaan Pelatihan Pakan Ikan.

Amin juga menyampai persoalan perikanan lainnya di Rohil, antara lain illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal oleh nelayan dari provinsi dan negara tetangga, program asuransi nelayan yang dua tahun terakhir tidak ada lagi, permodalan, dan fasilitas pos pengawasan.

“Kalau illegal fishing bisa diatasi, kemudian dibantu modal, nelayan kita tentu akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Anggota DPD RI Intsiawati Ayus datang ke Rohil dalam rangka reses. Ia membawa sejumlah program bagi masyarakat, seperti perhutanan sosial (PS), kredit usaha Rakyat (KUR), dan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan.

Terkait Pelatihan Pakan Ikan, Intsiawati mengungkapkan program dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) cukup banyak. Untuk saat ini, dimulai dulu dengan pelatihan pakan ikan, dan agenda lainnya nanti dilanjutkan sesuai dengan minat nelayan.

Ia meminta bantuan Kadisnak dengan membuat daftar kelompok nelayan, terutama yang betul-betul niat untuk usaha di sektor perikanan.

“Tujuannya adalah meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan. Pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama dengan Pemerintah Daerah, menurut Intsiawati sangat penting. “Prinsipnya adalah, saya tidak bisa melakukan apa-apa jika saya tidak bisa bersanding dengan pemerintah daerah. Sehebat apapun program yang saya bawa, bila tidak bisa berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah, tidak akan menghasilkan apa-apa,” ulasnya.

“Besar harapan saya kegiatan ini bermanfaat. Gunakan waktu degan sebaik-baiknya,” tambahnya.

“Saya mencita-citakan Bagansiapiapi kembali menjadi sentral perikanan, setidak-tidaknya produk-produk perikanan,” pungkas Intsiawati Ayus.

Pelatihan menghadirkan narasumber Solihin dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jambi. Puluhan peserta terlihat antusias, dan berharap pelatihan tidak terputus begitu acara selesai namun berlanjut dengan pendampingan.**

Editor : Abbas Abdurrahman
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Jamin Kepastian Pasokan, Pemerintah Terus Monitor Stok BBM

rasid

Viral Renovasi Ruang Kerja Ketua Dewan Pengarah BRIN Mencapai Rp6 Miliar

rasid

Sejumlah Jalan di Pekanbaru Rusak Akibat Pembangunan IPAL, Gubri Perintahkan Kadis PUPR Selesaikan

rasid