Lebih Dari Sekadar Kata
Saat dua Instruktur langsung melihat warga binaan berlatih memanfaatkan drum untuk dibuat menjadi perlengkapan Mebel [Foto : istimewa]

Rumah Kreatif KBIP latih warga binaan Lapas Pekanbaru

KataKata.id – Dua anak muda yang berasal dari Rumah Kreatif Keluarga Besar Ilmu Pemerintahan Universitas Riau (UNRI) menjadi instruktur pada pelatihan kemandirian warga binaan di Lapas kelas II A Pekanbaru, Riau.

Dua anak muda itu bernama Risqan Abdullah dan Muhammad Hasandi.

Pelatihan kemandirian tersebut diikuti oleh 7 orang warga binaan. Adapun materi yang disampaikan yakni cara memanfaatkan drum bekas menjadi perlengkapan Mebel seperti kursi dan meja.

Hasil pemanfaatan drum bekas yang diubah menjadi perlengkapan Mebel [Foto : istimewa]

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari dari Selasa (14/9/2021) hingga Sabtu (18/9/2021).

“Hari pertama pelatihan kemandirian itu diisi dengan pengenalan diri dari kami sebagai instruktur. Kami juga menyampaikan rencana membuat mebel dari bahan drum bekas yang dipadukan dengan kayu bekas palet, “ kata Instruktur Risqan Abdullah saat berbincang kepada KataKata, Kamis (23/9/2021).

Risqan menjelaskan, dengan alat yang minim kita bisa membuat produk yang bagus.  Dirinya pertama kali ketika di sana itu, ya ada perasaan gugup karena berhadapan dengan warga binaan yang memiliki latar belakang kriminal. Kalau respons dari warga binaan itu baik dan mau belajar mengikuti apa yang kita sampaikan.

“Intinya mereka antusias mengikuti kegiatan di hari pertama,” jelasnya.

“Untuk lokasi kegiatannya di Aula. Peserta tetap dengan protokol kesehatan. Sementara kami sebagai instruktur sebelum masuk ke dalam lapas tetap di swab antigen dan di cek suhu tubuh juga,” terang Risqan.

Melatih warga binaan

“Pada hari kedua kami mulai memasukkan alat dan bahan kemudian memindahkan ke lokasi yang menjadi tempat pelatihan dibantu oleh warga binaan. Setelah itu kami mengenalkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat mebel jenis kursi dan meja,” cerita Risqan.

“Kami membuat pola sesuai gambar ilustrasi itu sesi materi pelatihan paginya. Sesi siang warga binaan memotong sebagian drum sesuai dengan pola yang dibuat pada sesi sebelumnya,” lanjutnya.

“Sedangkan pada hari ketiga, dilanjutkan memotong sisa drum kemudian melakukan pemasangan kaki kursi. Selanjutnya pada sesi siang kami mulai merangkai pola untuk kursi yang berukuran memanjang. Disisi lain pada hari itu warga binaan mulai menyampaikan ide dan saran agar kursi yang dibuat itu makin menarik dan bagus. Artinya kami pun menerima saran dan ide agar hubungan instruktur dan warga binaan itu lebih akrab,” jelas Risqan.

Sementara itu Muhammad Hasandi menambahkan, Pada hari keempat kami mulai pembagian tugas. Ada yang mengecat drum dan kayu dan ada juga yang membuat bantalan kursi dan kemudian hari kelima juga dilakukan pembagian tugas ada yang merakit kursi dan membuat bantalan meja lalu dicat.

“Pada siang harinya kami finishing pembuatan kursi dan meja. pada saat sesi pelatihan itu mereka bisa berkonsultasi langsung terkait pembuatan kursi dan meja drum tadi,” tambahnya.

Foto Bersama warga binaan lapas kelas II Pekanbaru [Foto : Istimewa]

“Untuk kesan bagi saya sebagai instruktur jangan menstigma negatif warga binaan karena ketika mereka bebas akan menjadi warga biasa dan mereka juga bisa membuat karya kreatif yang bisa menopang kehidupan ekonomi mereka pada masa yang akan datang,” ungkap Sandi.

“Kalau bagi saya ini merupakan pengalaman baru dalam hidup. Menghadapi warga binaan yang selama ini bagi orang lain itu sesuatu yang menakutkan. Ya intinya ini pengalaman yang sangat menarik dalam perjalanan hidup saya,” tutupnya.

Sementara Itu Risqan mengatakan ini merupakan pengalaman berharga yang pernah didapatkan.

“Dengan memanfaatkan drum bekas ini paling tidak bisa mengurangi limbah berupa sampah dan secara tidak langsung mengurangi tingkat pencemaran lingkungan . itu hal positifnya, “tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Perkumpulan Scale Up Sebut Kampar Penyumbang Konflik SDA Terbanyak Sepanjang 2021

rasid

Kementerian ESDM Tetapkan Kuansing sebagai lokasi percontohan PETI

rasid

Pembukaan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci Tunggu Izin Pemerintah Pusat

rasid