Lebih Dari Sekadar Kata
sistem pemantauan lahan gambut ( Foto : Sipalaga BRG)

RPPEG salah satu langkah atasi kerusakan gambut, begini respon Pakar Lingkungan

KataKata.id – Deputi Perencanaan dan Evaluasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Profesor Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) sebagai salah satu langkah untuk mengatasi kerusakan gambut di Provinsi Riau.

“Sebenarnya RPPEG dibuat atau disusun sebagai langkah koreksi terhadap apa yang telah terjadi di masa lampau agar tidak terulang kembali,” katanya dalam FGD penyusunan RPPEG Provinsi Riau secara virtual dikutip dari Mediacenterriau, Selasa (27/7/21).

Satyawan menyebutkan, terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, menyadarkan banyak pihak akan pentingnya pengelolaan hutan terutama pengelolaan ekosistem gambut dengan lebih baik lagi.

Terkait gambut termasuk juga mangrove ini, pihaknya menyadari bahwa sebenarnya bahwa kedua ekosistem ini merupakan isu yang sangat penting terkait pemanasan global yang ancamannya semakin lama semakin luar biasa.

“RPPEG ini amanah peraturan pemerintah Nomor 57 Tahun 2006 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang dilakukan mengacu pada RPPEG tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota,” sebutnya.

Lebih jauh ia menambahkan, FGD yang dilakukan Pemprov Riau saat ini adalah dalam rangka penyusunan RPPEG Provinsi Riau yang perencanaannya diharapkan nanti betul-betul mampu mengarahkan agar perencanaan ini menjadi solusi untuk mengatasi problem yang ada. Untuk itu harus ada masukan dari banyak pihak agar RPPEG ini menjadi komprehensif dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga ada solusi permanen mengatasi permasalahan gambut ini.

“Sehingga impian kita ada solusi permanen terkait ini (permasalahan gambut), ekosistem fisiknya bagus, tata air dan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga bagus,” tutupnya.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar mengharapkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak yang memahami restorasi gambut dalam upaya penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di Provinsi Riau.

Sehingga dengan adanya kajian yang diselenggarakan terkait RPPEG, mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang bermanfaat dalam perbaikan kualitas lingkungan hidup dan pemulihan sistem penyangga kehidupan serta kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami mengharapkan kebijakan ini dapat mendorong kelestarian manfaat sumber daya kawasan hidrologi gambut di Riau. Sekaligus mengendalikan emisi gas rumah kaca dari lahan gambut sebagai kontribusi Riau pada capaian target nasional Indonesia di tingkat global,” kata Gubri Syamsuar.

Ia berkeyakinan keberhasilan di sektor ini akan mendukung terwujudnya tujuan pembangunan “Riau Hijau,” yang mengusung tiga pilar utama yaitu meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan bauran energi dari sumber daya alam terbarukan.

Sementara itu Pakar Lingkungan Hidup, Dr Elviriadi menilai positif mengenai perencanaan itu. itu niat yang bagus. cuma kondisi lapangan sudah tidak lagi sejalan dengan konservasi gambut atau penyelamatan gambut karena sudah lebih 50 persen dari gambut Riau ini diberi izin atau dibebani izin.

“Jadi, persoalan gambut kita ini bukan persoalan dia harus direncanakan dan dikelola. itu kalau masih posisinya masih 10 persen diberi izin atau 20 persen masih bisalah. kalau sekarang ini sudah terlanjur areal konservasi gambut dan kubah gambut namanya sudah diperuntukkan untuk pihak – pihak yang mau berwiraswasta di lahan gambut,” katanya saat dimintai konfirmasi, Rabu (28/7/2021).

“Jadi sudah terlanjur diberikan sehingga kalau pun ada perencanaan itu dicelah – celah lahan pemulihan gambut. maka saya bilang ini harus fundamental berpikirnya,” ujarnya.

“Sebenarnya kalau diikuti kemarin pernah Pansus Izin dan Monitoring DPRD Riau itu kan menemukan lahan di luar HGU kan hampir 2 juta hektar. itu saja kalau dijalankan baru bisa dipraktikkan perencanaan. lahan HGU juga di luar izin. ini kalau bahasa kitanya makan tempat. jadi kalau tempat sudah dimakan, ke mana lagi mau kita arahkan RPPEG gambut ini,” ungkapnya.

Elviriadi juga menyinggung soal konsep Riau Hijau yang selama ini menjadi visi dan misi Gubernur Riau Syamsuar dalam upaya memulihkan gambut yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada Aparatur Pemprov menjabarkan Riau Hijau itu seperti apa. baik dari Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup atau dari Gubernur sendiri punya acuan. itu tak ada gambarannya.

“Konsep Riau Hijau itu masih mengambang. kemudian tidak ada konsep yang terukur mengenai itu,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Solar Tumpah di Jalan Sejumlah Pengendara Motor Sempat Tergelincir

rasid

Gubernur Riau Syamsuar Tanam Padi Gogo Spesifik Riau

rasid

Jelang kedatangan Jokowi, Riau diklaim bebas karhutla

rasid