Lebih Dari Sekadar Kata
Penampakan Kayu hasil Illegal Logging yang dibawa Tim Polres Meranti sebagai barang bukti. [Foto : Rilis]

Polres Meranti Tangkap Pelaku Illegal Logging di perairan Merbau

Katakata.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Meranti berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Illegal Logging pada Sabtu, (27/11/2021) di perairan desa Centai, Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Penangkapan berada dititik koordinat (N 1°00’51.2″, E 102°37’12.6″).

Empat orang pelaku turut diamankan yakni inisial HER (37) Nahkoda Kapal, SUR Kepala Kamar Mesin (KKM) Kapal, HAM (31) ABK dan ZUL (24) ABK.

Barang bukti berhasil diamankan yakni 1 unit Kapal Motor AMBISI GT.23 NO 1504/PPF 2006 PPF NO 3022 / L bermesin Mitsubishi 6D, 1 bundel dokumen Kapal Motor KM AMBISI GT.23 NO 1504/PPF 2006 PPF NO 3022 / L, 1 kayu Bakau sebanyak lebih kurang 3.200 batang dan 4 unit telepon seluler.

Kapolres Meranti AKBP Andi Yul mengatakan kronologis penangkapan bermula dari adanya informasi masyarakat.

“Jadi, pada Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan penyelundupan hasil hutan yang akan dibawa ke Malaysia. Saya perintahkan personel Sat Reskrim untuk tangkap,” kata Andi Yul.

Tim yang menggunakan Speed Boat melakukan pemantauan disekitar desa Centai. Sekitar pukul 14.00 WIB terlihat adanya 1 (satu) unit kapal yang berlayar dengan haluan mengarah ke Selat Malaka (Malaysia). Petugas menghentikan kapal tersebut setelah sempat kejar kejaran selama setengah jam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam kapal terdapat hasil hutan kayu jenis Bakau sebanyak ± 3.200 batang tanpa dilengkapi surat sah keterangan hasil hutan kayu, barang tersebut kemudian dikawal ke Selatpanjang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” terang Andi Yul.

“Dari keterangan keempat pelaku ini, kayu ini mereka muat di Perairan Sungai Terus Desa Alai, Tebing Tinggi Barat Meranti pada pagi harinya. Kayu tersebut mereka bawa untuk dijual kepada ALONG (WNA) yang berdomisili di Batu Pahat, Malaysia. Dan pemilik Kapal Motor atas nama MAHADI yang merupakan Kepala Desa Kedabu Rapat yang juga pemilik kayu tersebut,” sambung Andi.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku, dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta pidana denda paling sedikit sebesar Rp500.000.000,- dan paling banyak Rp2.500.000.000,-.. (Rilis)

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar Bersama Gubri Syamsuar Tanam Bibit Pohon di DAS Indragiri

rasid

Mengapung di Laut Perairan Bengkalis, 3 Nelayan Akhirnya Ditemukan

rasid

Gedung MPP Pekanbaru Terbakar, Warga: Besar sekali apinya

rasid