Lebih Dari Sekadar Kata
Kolaborasi Konsorsium Hari Hutan Indonesia ( Foto : harihutan.id/Instagram)

Koalisi konsorsium HHI  kampanyekan secara massif soal Hutan Jaga Kita

KataKata.id – Peringatan Hari Hutan Indonesia (HHI) dirayakan setiap tanggal 7 Agustus. Tanggal ini dipilih sebagai momen refleksi disahkannya Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.

Jika tahun lalu bertemakan “Hutan Kita Juara”, tahun ini mengambil tema “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”.

“Pada dasarnya Hari Hutan Indonesia adalah wadah dan gerakan publik, hari untuk semua orang Indonesia. Siapapun dapat bergabung dan bergerak dalam HHI, termasuk kami ber-26 organisasi yang sepakat untuk berkolaborasi dan bergotong royong membuat kampanye yang lebih besar lagi selain kerja masing-masing di organisasi kami,” kata Steering Committee Konsorsium HHI, perwakilan dari Hutan itu Indonesia, Christian Natalie melalui siaran pers yang diterima KataKata, Jumat (6/8/2021) malam.

“Harapan besarnya memang semakin banyak masyarakat dan organisasi lainnya dapat berpartisipasi dalam merayakan dengan caranya masing-masing untuk memastikan hutan Indonesia tetap lestari,” terang Natalie.

“Sejak hari pertama, isu lingkungan hidup selalu menjadi isu yang ramai di Change.org.  hutan selalu menjadi kekhawatiran nomor 1 dalam isu tersebut dengan jutaan tanda-tangan. Dua dari tiga petisi terbesar lingkungan, terkait hutan Indonesia. Cukup jelas bahwa masyarakat peduli terhadap hutan Indonesia, dan ingin melihatnya terlindungi,” kata Direktur change.org Indonesia, Arief Aziz.

“Konteks yang memayungi kekhawatiran ini adalah Krisis Iklim. Dalam sebuah survei yang kami lakukan di 2020, 97% warga muda aktif percaya bahwa dampak krisis iklim bisa sama atau lebih dari dampak pandemi. Hal ini tidak mengejutkan karena anak mudalah yang akan mewarisi masalah-masalah ini di masa depan”, terang Arief.

Sampai saat ini melalui situs Hari Hutan sudah terdata 60 lebih kolaborator dari berbagai organisasi, serta lebih dari 660 sukarelawan yang bergabung melalui situs Indorelawan .

Kemeriahan peringatan Hari Hutan Indonesia ini diisi dengan berbagai kegiatan kampanye seru.

Informasi mengenai keseruan acara Hari Hutan Indonesia bisa dilihat di kanal media sosial dan website Hari Hutan .

“Kesuksesan peringatan HHI 2021 ini membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak untuk bergotong royong menggaungkan kampanye pelestarian hutan Indonesia,” kata Yayasan Madani Berkelanjutan, Luluk.

Data Madani menyebut, luas hutan di tahun 2019 (Hutan Alam dan Hutan Tanaman) sebesar 93,9 juta hektare atau 49,3 % dari total daratan ini terlalu besar untuk hanya dijaga oleh Pemerintah atau segelintir kelompok saja.

“Bangsa ini butuh lebih banyak lagi penjaga hutan dengan aksinya masing-masing apapun latar belakang, profesi, daerah tempat tinggalnya, jadi kami membuka ruang kolaborasi semua pihak untuk dapat berinovasi di dalam peringatan ini”, tutup Luluk.

Tahun ini sudah terbentuk koalisi yang merupakan perwakilan publik inisiator peringatan HHI, yaitu sebanyak 26 organisasi yang dinamakan Konsorsium HHI.  mereka antara lain sebagai berikut :

  1. Ayo Ke Taman
  2. Bogor Ngariung
  3. Change.org Indonesia
  4. Coaction Indonesia
  5. Earth Hour Indonesia
  6. Forum Konservasi Leuser
  7. Hutan Itu Indonesia
  8. Indorelawan
  9. Kemitraan
  10. KKI Warsi
  11. Lindungi Hutan
  12. Pantau Gambut
  13. Perkumpulan Bentara Papua
  14. Perkumpulan Kaoem Telapak
  15. Rimba Makmur Utama
  16. Terasmitra
  17. Thirst Project Indonesia/ Watery Nation
  18. WeCare.id
  19. World Cleanup Day Indonesia
  20. World Resources Institute (WRI) Indonesia
  21. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI)
  22. Yayasan HAkA
  23. Yayasan KEHATI
  24. Yayasan Madani Berkelanjutan
  25. Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara
  26. Zona Bening.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Damar, Anak Gajah Ditemukan Tewas di Taman Wisata Alam Buluh Cina

rasid

Pengamat Maritim: Pembuangan Limbah Nuklir Jepang Berbahaya Bagi Kesehatan dan Lingkungan

rasid

Pemerintah Provinsi Riau Tindaklanjuti Tuntutan Pencabutan IUP PT Logomas Utama

rasid