Lebih Dari Sekadar Kata
Seminar Regional Menyonsong Era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang digelar oleh Kahmi Pekanbaru. (Foto: istimewa)

Kahmi Pekanbaru Dorong Masyarakat Gunakan Mobil Listrik

Katakata.id – Pemerintah serius mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di tanah air dan telah merancang peta jalan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi nasional di tengah-tengah masyarakat.

Sosialisasi pun terus dijalankan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk salah satu nya Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang ikut serta menggelar Seminar Regional dengan tema “Menyosong Era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Tahun 2023 di Provinsi Riau” yang dilaksanakan oleh KAHMI Kota Pekanbaru di Hotel Aryaduta, Selasa (14/03/2023).

Seminar ini juga mengundang Hery Susanto, M.Si sebagai Keynote Speaker, yang juga merupakan anggota Ombudsman RI.

Hery Susanto menjelaskan di APBN tahun lalu, hanya 500 triliun subsidi pemerintah untuk penggunan BBM, dengan demikian pemerintah akan terasa berat kalau masih mengandalkan itu, walaupun budaya masyarakat kita akan masih ketergantungan terhadap BBM.

Melihat dari perkembangan bahwa di level dulu biaya eksplorasi eksploitasi BBM itu sangat mahal begitu juga disektor Hilir pengolahan harga jual naik, hal itu memicu protes masyarakat ketika harganya dinaikkan.

“Oleh karena itu, Indonesia memiliki produksi nikel terbaik di dunia, sebagai bahan baku baterai untuk bahan bakar listrik yang akhirnya berkembang sesuai dengan tuntutan untuk menggeser gaya hidup dari ketergantungan terhadap BBM ke listrik,” jelasnya.

“Melalui energi baterai tadi yang bahan bakunya nikel yang diekspor ke negara luar pada gilirannya di sana diekspor lalu diolah menjadi baterai sampai ke sini menjadi produk misalnya kompor listrik kendaraan listrik ternyata kan negara lain yang untung,” ujar Hery.

Tapi Pemerintah berupaya bagaimana mendorong merubah gaya hidup dari ketergantungan BBM positif menjadi baterai salah satunya lewat kendaraan,

Selain itu, kata dia, pemerintah gencar bagaimana mendorong kendaraan listrik mobil dan motor di masyarakat, apalagi pengisian baterainya karena untuk sementara yang ada masih ada di Jabotabek.

“Riau sendiri memang mau dikembangkan energi listrik ke masyarakat,” ujarnya.

“Ini patut diapresiasi sebagai sebuah langkah guna mengembangkan penggunaan baterai sebagai energi listrik untuk kendaraan baik mobil maupun motor,” ucapnya.

Pemerintah harus mendorong hambatan-hambatan itu seperti misalnya SPKL-nya hanya baru di Jabodetabek.

“Merubah ketergantungan kebiasaan dari BBM listrik kan enggak soal mudah itu butuh edukasi sosial pemerintah,” kata Hery.

“Pemerintah harus secepatnya sosialisasi yang seperti ini, kemudian membangun ekosistem kelompok masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik baik motor maupun mobil,” tutur Hery.

Senada dengan hal itu, ketua panitia, Hendri Mahardi menambahkan mobil listrik yang berbasis baterai khususnya di provinsi Riau menjadi lokomotif utama dalam menyukseskan program pemerintah dalam kendaraan motor berbasis baterai.

Lebih lanjut, Ia mengatakan tentu memberikan edukasi masyarakat mungkin selama ini masih banyak bimbang tentang penggunaan mobil listrik baterai mulai dari apakah mobil listrik itu aman, kemudian apakah mobil listrik itu tidak membahayakan, dan itu perlu juga edukasi kepada masyarakat khususnya di Riau,

“Kita memandang perlu apa peran pemerintah di dalam penyediaan tempat itu sendiri, dan juga dengan harga yang masih tinggi sampai sekarang tentu ini menjadi PR bagi pemerintah maupun produsen bagaimana menyediakan mobil listrik atau listrik itu dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” kata Hendri.

“Kita berharap dengan seminar ini dapat membantu pemerintah dalam mencanangkan program mobil listrik, pungkas Ketua KAHMI Kota Pekanbaru ini. (Rls/RA)

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Gempa M 6,2 Mengguncang Jember Terasa Hingga ke Pacitan

rasid

Seratus Personel Brimob Diturunkan di SM Rimbang Baling, Ada Apa ?

rasid

IUP Tambang Pasir Laut PT Logomas Utama Dicabut, Nelayan Pulau Rupat Serukan Pencabutan Industri Ekstraktif di Pesisir dan Laut Indonesia

rasid