Lebih Dari Sekadar Kata
Bem Unri pasang Spanduk ucapan selamat kepada Pertamina Hulu Rokan (Foto : Dok. Bem Unri)

Alih Kelola Blok Rokan dari Chevron ke PHR, BEM Unri beri beberapa catatan

KataKata.id – Blok Rokan yang dulunya dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) telah diserah terimakan kepada PT Pertamina Indonesia pada hari ini. Sudah bertahun-tahun Blok Rokan dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), namun tak sedikit pun keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat Riau.

Masyarakat Riau hanya dapat merasakan limbah B3 yang tercemar di sekitar lahan pertanian mereka.

Menyikapi hal itu, BEM UNRI telah melakukan aksi Propaganda di depan lapangan Chevron pukul 23.56 WIB pada (8/8/2021) lalu. adapun aksi yang dilakukan yakni dengan memajang spanduk di dua titik di depan lapangan Chevron.

Aksi ini dilakukan untuk mengingatkan kepada PT CPI bahwa kepergiannya meninggalkan dampak dan kerugian besar. PT CPI harus bertanggung jawab atas permasalahan semua ini, seperti limbah B3 yang telah merusak lahan pertanian masyarakat Riau.

Berdasarkan fakta dilapangan, banyak pengaduan yang masuk dari masyarakat, terbukti terjadi sengketa lingkungan hidup akibat Tanah Terkontaminasi Minyak bumi (TTM) di beberapa daerah di Provinsi Riau yakni di Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Rokan Hilir.

“Aksi propaganda dengan menempelkan spanduk, merupakan bentuk sentilan kepada PT CPI yang telah habis kontrak. namun PT CPI masih banyak dosa yang belum diselesaikan yang mana seharusnya diselesaikan sebelum hengkang dari Blok Rokan,”  kata Presiden Mahasiswa Bem Unri, Nofrian Fadil Akbar melalui rilis yang diterima KataKata, senin (9/8/2021).

“Tidak hanya itu, ini juga merupakan ucapan selamat bekerja untuk Pertamina Hulu Rokan (PHR).  PHR juga harus menjalankan komitmen sebagai pengelola demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Riau selama menjadi pengelola Blok Rokan,” tegasnya.

“Kami dari BEM UNRI juga komitmen akan terus mengawal pengelolaan blok rokan agar memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan Riau,” ujarnya.

Pengamat Energi, Marwan Batubara mengatakan,  pengelolaan Blok Rokan harus bermanfaat bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, Pemerintah dan DPR harus menangkal atau mengeliminasi intervensi oligarki pemburu rente, GCG ditingkatkan dan fungsi pengawasan internal dan ekternal dioptimalkan.

“Kalau tidak, bukan benefit maksimal yang dicapai, tetapi seberapa besar akhirnya penerimaan negara menurun dibanding sebelumnya! Sebagai catatan, selama pemerintahan Jokowi, kondisi BUMN justru semakin runyam terutama akibat maraknya intervensi oligarki dan perburuan rente,” katanya dikutip dari Iress.

Pada Sisi Operasional dikatakan Marwan, aspek bisnis pengelolaan Blok Rokan oleh PHR yang berpotensi merugikan negara adalah terkait kewajiban divestasi atau share down pemilikan saham.

“Dalam hal ini PHR telah diminta melakukan divestasi atau pengalihan saham, participating interest (PI) maksimal 39%. karena 10% PI sudah menjadi milik Pemda atau BUMD terkait, maka saham yang dimiliki Pertamina kelak hanya akan tinggal 51%. Hal yang tak kalah penting adalah, berapa besar dana yang akan dibayar sang mitra untuk mengakuisisi saham tersebut,” jelasnya.

“Setelah dikuasai asing (Chevron) selama hampir satu abad (sejak 1936), pengelolaan Blok Rokan oleh bangsa sendiri merupakan dambaan sebagian besar anak bangsa. dengan demikian akan diperoleh manfaat bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

“Namun, target tersebut tidak akan tercapai jika muncul “sabotase” melalui kebijakan sarat moral hazard dan perburuan rente, terutama karena besarnya keuntungan yang ingin diraih,” sambungnya,

“Kalau tidak mau jadi pecundang, DPR atau minimal rakyat harus melawan rencana sarat nuansa oligarkis ini,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Bali diguncang Gempa, Berikut kondisi rumah warga

rasid

WALHI Riau Apresiasi Pemberhentian Kegiatan Tambang Pasir Laut di Pulau Rupat oleh KKP

rasid

Perkumpulan Elang Dorong Percepatan Perhutanan Sosial di Kabupaten Siak

rasid