Lebih Dari Sekadar Kata
Fahri Hamzah ( Foto : fahrihamzah/instagram )

Tanggapi soal bisnis PCR, Fahri : Pejabat jangan berdagang di ruang kebijakannya

KataKata.id – Di tengah merebaknya keluhan masyarakat akan tes usap PCR yang terlalu mahal, Laboratorium tes PCR ini ternyata dimiliki oleh sejumlah politikus dan konglemerat di Indonesia.

Merebaknya keluhan tentang harga tes PCR ini ditanggapi mantan anggota DPR RI Fahri Hamzah. Dia mengatakan mau untung atau mau rugi itu soal lain.

“Pejabat jangan berdagang di ruang kebijakannya, itu intinya, ” katanya lewat akun twitter miliknya @Fahrihamzah, Sabtu (6/11/2021).

Fahri menjelaskan, Standar etika pejabat negara menurun, tidak bisa membedakan mana negara mana pasar, mana pribadi mana publik dan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dalam jabatan.

“Juru bicara juru bicara berkeliaran tanpa pengetahuan, Tambah runyam pengertian tidak paham mana institusi mana personal,” jelasnya.

Dia juga menyebut, Pak Jokowi yang terhormat, sedang ramai sekali berita, bahwa para pejabat bapak berbisnis di masa pandemi ini.

“Mereka, sebagaimana layaknya sebuah bisnis, mereka mengambil untung dari pandemi. Besar sekali,” sebutnya.

“Lalu, muncul pembelaan diri dari para pejabat itu, bahwa bisnis itu mereka lakukan justru dilakukan untuk membantu rakyat dalam pandemi,” ungkap Fahri.

Lanjut Dia, Mereka beralasan bahwa bisnis mereka dalam rangka mempercepat pelaksanaan keputusan dan kemudian keuntungannya untuk rakyat.

Menurut Fahri, Sungguh, kalau kita tidak memakai nalar dan etika bernegara, seolah pikiran para pejabat yang berbisnis di masa pandemi ini benar. Padahal kesalahannya fatal. Pertama dan utama, pejabat adalah regulator, pengusaha adalah operator. Keduanya tidak boleh melekat dalam diri 1 orang.

“Kedua, merangkap bisnis dan pejabat negara (terutama PNS) sekaligus dilarang dalam peraturan pemerintah dan juga etika pejabat negara. Presiden adalah pembina birokrasi negara melalui para menteri. Bagaimana jadinya kalau mereka melanggar etika itu?,” katanya lagi.

Dikatakan Fahri, Terlalu banyak alasan bahwa merangkap bisnis dan pejabat kesalahan fatal. Saking fatalnya sehingga ini tidak perlu dibahas karena sangat elementer kesalahannya. Dan kesalahan itu bisa merembet ke mana-mana.

Dia secara khusus menyoroti Menteri – menteri muda di bidang ekonomi.

“Mereka ini seperti karena tidak pernah memahami cara kerja negara lalu mereka menganggap bahwa pekerjaan negara itu berbisnis. Lalu mereka menjadi makelar dengan alasan mempercepat eksekusi kebijakan. Kacaulah semuanya!,” ujar wakil ketua Umum Partai Gelora itu.

Lebih jauh Dia mengungkapkan, Karena itu, presiden harus mengembalikan cita rasa yang tinggi dalam etika ini. Kita teringat di awal periode pertama presiden Jokowi bersikap keras sekali kepada yang merangkap jabatan. Rasanya di kalangan pejabat, cita rasa ini memudar dan karena itu kembali harus ditegakkan.

“Perbaikilah keadaan ini bapak presiden, kembalikan cita rasa menjadi pejabat negara. Kembalikan kepercayaan rakyat kepada pejabat negara. Semoga Allah SWT memberi hidayah dan kemudahan,” ungkapnya.

“Selamat bertindak bapak presiden!,” tutup Fahri.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome yang Diderita Justin Bieber

rasid

Bekerjasama Dengan Rumah Sakit Hermina, LAM Riau Kecamatan Binawidya Gelar Kegiatan Vaksinasi Covid-19

rasid

PPKM Luar Jawa Bali Diperpanjang hingga 22 November 2021

rasid