Lebih Dari Sekadar Kata
dr Indra Yovi. (foto : tangkapan layar Youtube Diskominfotik Riau)

Tak ada zona merah di Riau, kelanjutan PPKM diputuskan hari ini

KataKata.id – Hari ini keputusan pemerintah mengenai Kebijakan PPKM akan ditentukan apakah berlanjut atau berakhir.

“Bisa saja sore atau malam akan diumumkan pemerintah pusat terkait kelanjutan PPKM. kalau kita lihat zona, tidak ada lagi zona merah di kabupaten kota se Riau. yang ada cuma zona oranye ke bawah termasuk kota Pekanbaru,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Riau, Indra Yovi melalui konferensi pers, Senin (6/9/2021).

“Kita berharap hari ini adalah hari terakhir PPKM level 4 di kota Pekanbaru sehingga nanti begitu turun level PPKM menjadi level 3 ada beberapa hal yang sudah bisa dilakukan masyarakat terkait masalah ekonomi, mobilisasi, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan,” terangnya.

Yovi menjelaskan dalam seminggu ini kasus kita turun signifikan. jumlah kasus harian turun secara signifikan dalam seminggu ini dibawah 500 per hari. angka keterisian ruang isolasi di rumah sakit dibawah 40 persen, keterisian ICU di RS dibawah 50 persen. puncak yang kita lewati Juli dan Agustus, sekarang sudah menurun dan melandai dan juga terjadi peningkatan cakupan vaksinasi vaksin Covid-19 di Riau sudah menembus angka15 persen dan ini akan terus ditingkatkan.

“Terutama terkait nanti dalam beberapa waktu dekat kemungkinan akan ada pembelanjaran tatap muka sehingga nanti diharapkan seluruh anak usia 12 tahun ke atas sudah dilakukan vaksinasi sehingga mereka dan guru – gurunya relatif aman nantinya dalam melakukan pembelajaran tatap muka. tapi hal ini belum bisa kita sampaikan sekarang kita harus menunggu pengumuman resmi sore atau malam ini dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Masih tingginya angka kematian dikatakan Indra Yovi, ini menjadi PR besar kita semua (red satgas provinsi). kita sudah mapping beberapa kabupaten kota dengan angka kematian tertinggi. nomor satu paling tinggi kalau lihat angka persentasenya adalah Rokan Hulu 5,9 persen artinya dari 100 pasien Covid warga Rohul ada 6 orang yang meninggal. kemudian Pelalawan 5,1 persen. Bengkalis 4,32 persen, Kampar 4,3 persen, Rohil 4,05 persen, Pekanbaru 2,3 persen sama dengan dumai angkanya masih dibawah nasional tetapi Rohul, Rohil, Kampar, Bengkalis, Pelalawan itu angkanya hampir mencapai angka nasional.

“Ini harus di mapping oleh teman – teman di sana apa masalahnya. kita dari satgas provinsi tetap akan melakukan supervisi terutama kepada 5 kabupaten kota tadi,” katanya.

Kasus kematian anak karena Covid tertinggi

Lebih jauh Yovi menyebut, kami juga menilai jumlah kasus Covid anak di Riau termasuk tertinggi di Indonesia. DKI Jakarta, Jawa Barat kemudian Riau. di Sumatera jumlah kasus Covid anak dibawah 18 tahun dan jumlah angka kematian anak akibat Covid termasuk paling tinggi se-sumatera.

“Sesudah di Mapping ternyata banyak anak – anak yang meninggal akibat Covid-19 itu terlambat dirujuk ada mungkin ketakutan orang tua bagaimana sih anak nanti di isolasi apakah harus ditemani, apakah boleh ditemani nah ini juga harus disampaikan secara bijak kepada masyarakat supaya masyarakat memahami kapan anak yang kena Covid itu harus dirawat, kapan boleh isolasi mandiri,” sebutnya.

“Penurunan kasus tidak terlepas dari kemampuan kita bersama melalui kebijakan PPKM. hampir sebulan PPKM kita, saat ini sudah berhasil menurunkan kasus. kami sangat berterima kasih kepada masyarakat. ini demi kita bersama dalam seminggu terakhir rumah sakit sudah bisa bernapas,” ungkap Yovi.

“Terimakasih kepada semua pihak,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Polresta Pekanbaru gelar vaksinasi di ponpes Nurul Huda Al Islami

rasid

Covid-19 varian delta telah masuk ke Riau, ini penjelasan Gubernur Riau

rasid

Tausiyah dr Zaidul Akbar Ungkap Sifat-sifat Pemicu Lemahnya Jantung

rasid