Lebih Dari Sekadar Kata
Penyekatan jalan dilakukan petugas kepolisian ( foto : istimewa)

PPKM level 4 justru merugikan masyarakat, berikut analisa pengamat

KataKata.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) level 4 di Pekanbaru ternyata gagal menekan laju penambahan kasus Covid-19. PPKM justru membuat masyarakat semakin kesal. apalagi kebijakan penyekatan jalan ternyata gagal menghentikan Mobilitas masyarakat untuk beraktivitas.

PPKM level 4 yang dijalankan pun terlihat tidak serius dan cenderung memancing keributan masyarakat.

“Kalau berpedoman dari jawa PPKM itu diterapkan memang betul – betul PPKM. Pembatasan itu dilakukan bagian integrasi dari penerapan 3 T ( tracing, testing dan treatment) treatment itu penanganan tidak mesti pengobatan saja tapi semuanya termasuk masalah ekonominya dan tenaga kerja,” kata Pengamat Kebijakan Publik, M Rawa El Amady ketika dimintai keterangan, Sabtu (14/8/2021).

“Kalau di Pekanbaru itu, mubazir saja melakukan penyekatan karena intinya tidak dilakukan. 3 T itu tidak dilakukan secara maksimal. 3 T dilakukan baru ditambah vaksinasi. jadi, percuma saja pejabat itu ngomong kalau tidak melakukan 3 T,” terangnya.

Rawa bercerita, pengalaman pribadi saya, tidak ada dilakukan 3 T itu terhadap lingkungan saya terhadap orang – orang yang bersentuhan dengan saya. Karyawan saya saja pergi ke puskesmas dipersulit birokrasinya. 3 puskesmas dia kunjungi tidak berhasil untuk testing. memang dia berada di wilayah Kampar bukan perbatasan kampar akhirnya kami yang memberikan antigen ke dia untuk memastikan apakah positif atau negatif.

“Ternyata tes antigen itu tidak valid karena diantara kami berempat itu hanya saya saja yang positif antigen, yang lain negatif semua. tetapi ketika tes PCR, positif. Itu kondisinya,” ujarnya.

Rawa menegaskan,  PPKM di Pekanbaru ini mubazir karena intinya tidak dilaksanakan. Bahkan penyekatan yang dilakukan di jalan raya itu bukan hanya mubazir orang tidak bisa menghentikan orang menuju tujuan. Mobilitas itu tetap berjalan Cuma tersendat dan mencari jalan lain.

“Jadi, tidak ada fungsinya itu. orang tidak hanya melalui jalan itu tetapi bisa melalui jalan lain,” tegasnya.

ia juga menjelaskan, PPKM itu tidak efektif menghentikan mobilitas orang. Mubazirlah. Nggak ada orang terhenti gara-gara penyekatan itu. Yang ada adalah waktunya tertunda dan minyaknya banyak habis. Merugikan masyarakat itu.

“Saran saya terapkan 3 T itu. Penyekatan itu tidak dilorong – lorong RT dan jalan – jalan umum. penyekatan itu harusnya di pintu masuk. Pintu masuk kalau di Bangkinang perbatasan tapi orang tidak dilarang lewat. orang lewat melalui proses. apa prosesnya ? prosesnya adalah pertama harus ada bukti PCR nya. Kalau tidak ada, buat antigen. pemerintah harus sediakan itu. Kemudian harus siapkan tempat isolasi di perbatasan itu. Jadi seluruh jalan pintu masuk Pekanbaru itu dibuat itu. bukan di jalan – jalan kecil nggak ada gunanya,” jelasnya.

“Gang depan rumah saya pun ditutup oleh RT nya. Ini untuk apa gitu lho. Saya yang terpapar positif kemarin disini tak ada dilakukan tracing dan testing,” ungkap Rawa.

“Kalau tidak ada penyekatan di perbatasan ya bermasalah terus. Apalagi standar pemeriksaan tidak diterapkan dengan manajemen yang baik dan terukur,” tutupnya.

Sebelumnnya, WaliKota Pekanbaru Firdaus menyebut, penyekatan ruas jalan protokol diperketat agar masyarakat mengurangi mobilitas dan tidak bepergian keluar rumah.

Meski dikeluhkan oleh banyak orang, namun kebijakan penyekatan jalan menurut Wali Kota, tetap harus dilakukan. Karena ini merupakan salah satu cara untuk membatasi ruang gerak masyarakat untuk tidak keluar rumah.

“Kami juga menerima informasi adanya penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan alternatif,” terang WaliKota dikutip dari laman resmi Pekanbaru, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, hal ini menjadi resiko bagi warga yang tetap ingin keluar rumah disaat pembatasan dilakukan. Ia menambahkan dari dua kali PPKM diberlakukan dan diterapkan penyekatan jalan, ternyata hanya mampu mengurangi kepadatan lalulintas kurang dari 10 persen.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Peleburan Lembaga Eijkman ke BRIN, Rizal Ramli Sebut Quo Vadis Riset

rasid

Studi: Perubahan Iklim Dapat Memperburuk kesehatan pada otak dan syaraf

rasid

Sebanyak 55 orang pasien covid isolasi di Asrama Haji Riau

rasid