Lebih Dari Sekadar Kata
Gubernur Riau, Syamsuar didampingi Juru bicara satuan tugas Covid-19 Riau saat menyampaikan pernyataan persnya tentang PPKM ( Foto : tangkapan layar youtube Diskominfotik Riau)

Kelanjutan PPKM Tunggu Instruksi pusat, Epidemiolog Ingatkan hal ini

KataKata.id – Pemerintah pusat akan mengumumkan hasil evaluasi terhadap pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1-4 di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Riau, pada hari ini, Senin (4/10/2021).

Gubernur Riau , Syamsuar pun berharap PPKM di wilayahnya dapat turun level, mengingat tingkat penularan COVID-19 di 12 kabupaten/kota terus melandai dibawah angka 50 orang per hari.

“Hari ini, pemerintah melalui Mendagri akan memberikan instruksi Mendagri kepada gubernur terkait PPKM, yang nanti kita akan tahu kita dilevel berapa antara 1-4. Dengan turunnya Covid-19 di seluruh kabupaten kota di Riau, sekarang (Riau, red) mungkin sudah level satu. Kita tunggu nanti instruksi Mendagri,” kata Syamsuar saat berada di SMAN 11 Pekanbaru, Senin pagi.

Selain itu, Syamsuar juga berpesan agar seluruh masyarakat tidak lengah dengan melandainya kasus Covid-19 di Bumi Lancang Kuning ini.

“Tetap patuh dan disiplin protokol kesehatan (Prokes). Waspada gelombang ketiga pandemi,” tegasnya.

Potensi gelombang III Covid-19

Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan sejumlah hal terkait dengan potensi gelombang III Covid-19 di Riau.

Sebab virus varian baru ini dikenal lebih cepat menular dan lebih mematikan. Agar tidak terulang kembali, Wildan menyarankan agar arang asing yang masuk ke Riau dilakukan pemeriksaan yang ketat dan wajib menjalani karantina.

Meski saat ini bandara SSK II Pekanbaru belum membuka penerbangan international, namun provinsi tetangga, seperti Batam sudah membuka penerbangan international. Sehingga potensi orang asing masuk ke Riau berpeluang terjadi.

“Imigrasi harus melakukan pengetatan orang asing yang masuk ke Riau. Mereka harus menjalani pemeriksaan dan harus dikarantina, ” katanya, Senin (4/10/2021).

Namun persoalan lain yang menjadi tantangan di Riau adalah banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang berbatasan dengan negara tetangga. Pelabuhan pelabuhan kecil ini juga bisa menjadi pintu masuk orang asing ke Riau.

“Kita tidak tahu orang asing yang masuk melalui pelabuhan kecil ini seperti apa, karena disana kan jelas tidak ada pemeriksaan kesehatanya, itu yang kita takutkan,” ujarnya.

Wildan menjelaskan, ancaman gelombang III tersebut bukan hanya sekadar prediksi saja. Sebab saat ini sejumlah negara di Asean sudah mengalaminya.

“Seperti Singapura itu kan naik lagi, lebih 1000 kasus per hari, Filipina, Thailand juga kan sekarang naik,” katanya.

Sebagai antisipasi, selain memperketat orang asing masuk ke Riau, masyarakat juga tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan.

“Kemudian vaksinasi juga harus digesa, karena sekarang kan masih jauh dari target, 70 sampai 80 persen itu. Kalau persediaan vaksin kita ada itu bisa dikejar,” katanya.

Sumber : Mediacenterriau
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Upaya Pemprov Riau Mengendalikan Penyebaran Covid-19 Varian Omicron

rasid

Kapal Rumah Sakit KRI Semarang-594 bantu Riau dalam hal pengisian oksigen

rasid

Kemenkes RI: Total kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 138 kasus

rasid