Lebih Dari Sekadar Kata
Gubernur Riau Syamsuar. [Foto : tangkapan layar Youtube Diskominfotik Riau]

Hasil pemeriksaan swab terlalu lama, Pemprov beli alat deteksi Covid Varian Delta

KataKata.id – Pemprov Riau memesan alat pendeteksi COVID-19 varian delta. Sebab, saat ini pasien yang positif varian delta telah mencapai 28 orang.

“Rencana kita mau beli alat pendeteksi varian delta, dari RS AA (Arifin Ahmad) Pekanbaru. Kita masih menunggu (alat) inden,” ujar Gubernur Riau Syamsuar, Jumat (27/8/2021) di Pekanbaru.

Alat itu dibeli karena selama ini Pemprov Riau terlalu lama menunggu hasil pemeriksaan swab pasien yang terindikasi varian delta. Bahkan hingga kini, ada beberapa sample yang sedang menunggu hasil dari pusat.

“Terlambat hasilnya karena kita belum punya alat yang bisa mendeteksi varian baru, makanya kita beli aja sendiri,” kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, laporan yang pertama ada 6 orang terdeteksi varian delta dari swab PCR bulan Mei 2021 lalu. Sedangkan laporan yang baru, ada 22 orang dengan hasil swab PCR bulan Juli 2021. Sedangkan hasil pemeriksaan RS Arifin Ahmad milik Pemprov Riau, ada 32 orang yang terdeteksi varian delta.

“Dari hasil pemeriksaan RS Arifin Ahmad, ada 32 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Arifin Ahmad dr Nuzelly mengatakan, hingga saat ini pasien yang terinfeksi varian delta di Riau mencapai 28 orang. Sedangkan sample yang dikirim dalam jumlah banyak.

“Kita kirim samplenya banyak, terakhir yang keluar hasilnya 22 orang yang bulan Juli lalu. Masih banyak sample yang kita tunggu. Kalau total yg positif varian delta 28 orang,” kata Nuzelly.

Nuzelly menyampaikan, pihaknya memang sedang mengajukan pembelian alat pendeteksi varian delta. Namun, masih menunggu alatnya datang.

“Iya sudah kita koordinasikan dengan Balitbang juga untuk pengajuan pembelian alat itu, masih menunggu,” kata Nuzelly.

Sumber : MediacenterRiau

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Wujudkan Target 70 persen, Kapolda Riau Tinjau Vaksinasi di Kampar

rasid

Jubir Covid-19 Riau dr Indra Yovi Mundur

rasid

PPKM Serentak Level 3 Batal, Luhut Ungkap Alasannya

rasid