Lebih Dari Sekadar Kata
SEMMI Korwil Riau, M Aderman. [istimewa]

Direktur Suara Milenial Institute kritik penerapan PCR Berbayar

KataKata.id – Direktur Suara Milenial Institute mengucapkan Selamat kepada Pemerintah Indonesia yang telah berhasil menekan laju kasus masyarakat yang terpapar Covid-19 yang mana sekitar 3 hingga 4 bulan lalu angka terpapar Covid-19 harian mencapai puluhan ribu. Bahkan pernah mencapai di atas 50.000 kasus per hari.

Direktur Suara Milenial Institut Muhammad Aderman mengatakan saat ini pertumbuhan masyarakat yang terpapar Covid-19 sudah melandai di bawah angka 1.000 kasus per hari, sehingga menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang berada pada status level 1 dunia.

“Geliat ekonomi Masyarakat pun mulai terasa tumbuh semakin menuju ke angka normal. Tempat belanja, tempat wisata, tempat hiburan juga sudah mulai tampak berjalan normal seperti sedia kala. Yang membedakan hanyalah ketentuan masih diberlakukannya protokol kesehatan ketat,” kata Muhammad, Rabu 3 November 2021.

Dikatakan Muhammad , yang kita tak habis pikir adalah bahwa untuk keluar daerah saja pemerintah masih mewajibkan diberlakukan PCR swab test dengan sistem berbayar sebagai persyaratan dalam perjalanan yang mana penerapan PCR berbayar ini lebih banyak membebani Rakyat selain telah menerima vaksin Covid dosis pertama dan kedua.

Mengapa ? karena menurut Muhammad, kebijakan ini harus diberlakukan. sementara di negara-negara eropa yang telah menerima vaksin justru dibiarkan melepas masker. Setiap perjalanan yang memberlakuan syarat PCR ataupun Antigen. Kebijakan ini seolah menjadi hal yang tabu, sehingga muncullah tudingan bahwa pemerintah membela kepentingan para pebisnis alat kesehatan dan Mafia Kesehatan.

“Jangan-jangan pemerintah sengaja mempertahankan situasi ini supaya status Pandemi Covid-19 dibiarkan tetap melekat sampai Pemilu 2024 mendatang,” terangnya.

“Atau ini ada kepentingan kelompok Oligarki yang ingin mencari untung sebesar-besarnya dalam menyiapkan modal kampanye Pemilu 2024 yang akan mulai memanas tahun depan.
Ujar Muhammad.

“Jika hal itu benar maka pantaslah Indonesia sulit untuk menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pulih 100 persen,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Tujuh Makanan yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

rasid

Jubir Satgas Covid-19 Riau Ingatkan pihak sekolah agar jangan Abai terhadap Prokes

rasid

Kapolda Riau Jenguk Rehan dan Fajri Anak Penderita Rapuh Tulang

rasid