Lebih Dari Sekadar Kata
Ketua satgas Covid-19 Nasional, Ganip Warsito saat meninjau tempat isolasi didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir ( Foto : Istimewa )

Berkunjung ke Riau, ini arahan ketua Satgas Covid-19 Nasional untuk Riau

KataKata.id – Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito menyampaikan empat poin penting sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan penyebaran kasus COVID-19 di Provinsi Riau.

“Dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19 bersama Gubernur Riau dan Forkopimda ini, kita sepakat untuk sama-sama bisa melaksanakan apa yang sudah diarahkan oleh pak presiden. Ada empat poin penting,” kata Ganip di Pekanbaru, Sabtu (7/8/2021) malam.

Pertama, perlunya mengendalikan mobilitas dengan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di jantung ibu kota Riau, yakni Kota Pekanbaru dan PPKM Level 3 di tingkat kabupaten kota lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat di Pekanbaru dan kabupaten kota di Riau untuk sama-sama mentaati PPKM yang sudah dimaklumkan untuk kita laksanakan demi kepentingan bersama dalam menekan mobilitas dan penularan Covid-19,” kata Ganip.

Kedua, meningkatkan pelaksanaan testing dan tracing, tujuannya untuk memisahkan antara yang terpapar dengan kontak erat secepatnya. “Sehingga kita bisa memutuskan penularan COVID-19,” jelasnya.

Ketiga, menata treatment dengan menambahkan tempat isolasi terpusat. “tempat isolasi terpusat untuk mentreatment masyarakat kita yang terpapar COVID-19, baik yang tidak bergejala maupun gejala ringan hingga berat, agar pasien tersebut lekaa sembuh,” jelasnya.

Keempat, meningkatkan cakupan vaksinasi. “Presiden juga meminta kami untuk meningkatkan cakupan vaksinasi lebih luas lagi. Agar dari empat hal ini, kita dapat menggapai sasaran akhirnya menekan kasus COVID-19. Dan mengubah pandemi menjadi endemik,” tukasnya.

Sebelum mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Riau. Ganip Warsito berkesempatan menyapa warga yang terpapar Covid-19 di Gedung BPSDM Pekanbaru, pada sabtu (7/8/2021).

“kepada warga yang terpapar agar selalu berdoa dan yakin kita akan sembuh,” katanya.

Pada saat berdialog dengan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nasional itu, seorang pasien dengan gejala ringan menyampaikan curahan hati bahwa dirinya sudah mulai merasa sehat.

Namun, pasien ini mengungkapkan bahwa selera makannya masih belum karena ia tidak bisa mencium bau apa pun.

Ketika bertemu dengan sejumlah warga di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Ganip mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah mau melakukan isolasi di tempat ini.

“Tetap sehat dan semoga lekas sembuh. Kuncinya adalah imun, aman dan iman,” ucapnya.

Sebelum meninggalkan fasilitas isolasi BPSDM Provinsi Riau, Ganip kembali berpesan kepada para pasien, “Jaga pikiran, semangat terus!”

BPSDM merupakan salah satu fasilitas pemerintah yang digunakan untuk penanganan COVID-19 sejak September 2020 lalu. Saat ini, BPSDM menampung 62 pasien dan akan ada tambahan 5 pasien lagi pada sore ini, kata Citra Iskandar, salah satu dokter yang disiagakan di BPSDM.

Citra menginformasikan bahwa fasilitas isolasi ini didukung oleh tiga dokter jaga. fasilitas lain yang disediakan yaitu tabung oksigen, obat-obatan, makanan bergizi dan senam sehat bersama.

Selain itu, pemerintah daerah sudah menyiapkan lima fasilitas isolasi.

Selain BPSDM, pemerintah provinsi menyediakan gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Balai Pelatihan Kesehatan, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan asrama haji.

Khusus untuk asrama haji, fasilitas isolasi berkapasitas 513 tempat tidur ini dapat menampung pasien dengan gejala sedang. Sedangkan di wilayah kota, Pemerintah Kota Pekanbaru mengoperasikan rusunawa sebagai isoter.  Total kapasitas isolasi terpusat di wilayah Provinsi Riau berjumlah 1.092 tempat tidur.

 

Sumber : MC Riau || editor : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

BPJS Cabang Pekanbaru Bersama IZI Riau Serahkan Bantuan Untuk Penyandang Disabilitas

rasid

Pemerintah Perpanjang PPKM Luar Jawa Bali, 18 kabupaten/kota sudah berstatus level I

rasid

Hasil Sidang Isbat: Idul Adha 1442 H jatuh pada 20 Juli 2021

admin