Lebih Dari Sekadar Kata
Konferensi pers Menko Polhukam terkait TPPO, Selasa (4/7/2023). (Screenshoot Youtube Kemenko Polhukam)

TPPO Banyak Terjadi di Kaltara, Wabareskrim Beri Penjelasan

Katakata.id – Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Wakabareskrim), Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) banyak terjadi Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal tersebut disampaikannya saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mahfud MD terkait perkembangan Satgas TPPO.

“Bahwa terhitung kami mendapatkan surat perintah dari Bapak Kapolri, pada tanggal 6 sampai tanggal 7 (Juni) kita langsung melakukan gerakan ke daerah Kalimantan Utara yang mana setelah kami analisa kami deteksi, bahwa banyak sekali di sana terjadinya suatu perbuatan-perbuatan tindak pidana perdagangan orang,” kata Irjen Asep Edi, yang juga Kepala Satgas TPPO di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2023).

Asep menjelaskan, saat itu pihaknya menemukan sekitar 600 penumpang yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari total tersebut, kini Satgas TPPO menetapkan 18 tersangka.

“Yang mana kita lihat pada saat hari pertama kita melakukan operasi itu ada sekitar 600 penumpang dari berbagai daerah, terutama daerah-daerah NTB, daerah Sulsel dan juga daerah Kalimantan Timur yang mendarat di Pelabuhan Larantuka, di Nunukan,” ucapnya.

“Pada saat kami melakukan pemeriksaan dan ternyata dari 600 lebih itu ternyata ada sekitar 4 tersangka itu hari pertama, dan ada korban sebanyak 233 orang yang berhasil kita selamatkan. Kita kembangkan terus sampai hari kedua dan kita mendapatkan sampai 10 tersangka dan sampai 2 minggu 3 Minggu kemudian itu tersangka bertambah menjadi 18 orang,” sambungnya.

Dari 18 tersangka itu, kata Asep, 7 orang masuk daftar pencarian orang (DPO). Kemudian, 4 dari 7 DPO itu sudah ditangkap. Asep menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat.

“Dan tujuh orang dinyatakan DPO ya kita terbitkan surat DPO, dan alhamdulillah kemarin bahwa DPO tersebut sudah 4 yang bisa kita tangkap, yang mana DPO tersebut adalah sebagai pemesan para pekerja itu yang akan dipekerjakan di Malaysia,” katanya.

“Hasil komunikasi kita dengan Polisi Malaysia, police to police, alhamdulillah 4 dari 7 itu sudah kita dapatkan. Dan rencana kita kembangkan, kita akan tarik sampai di mana beliau melakukan perbuatan tersebut dan siapa-siapa saja yang terlibat. Karena sesuai perintah Bapak Kapolri dan Pak Menko siapapun terlibat kira akan tindak tegas,” sambungnya.

Ia juga menegaskan, bahwa dari hasil pengembangan, pemeriksaan dan penangkapan yang kita lakukan sampai saat ini hal ini tidak akan berhenti dan akan terus kita lakukan pengembangan dan penangkapan.

“Kita tidak akan berhenti,” tegas Asep.

Sementara itu Menko Polhukam Mahfud MD ingin mengingatkan siapa pun tidak boleh membekingi kejahatan tindak pidana perdagangan orang ini. Karena kita tahu dari identifikasi yang dibuat oleh BP2MI dimana-mana banyak beking.

“Kemarin presiden sudah mengatakan dan Bapak Kapolri sudah menegaskan beking bagi penegak hukum adalah konstitusi,” kata Mahfud.

“Siapa yang membekingi tindak pidana perdagangan orang itu artinya melawan konstitusi. Melawan konstitusi itu melawan hukum negara akan ditindak tegas,” tegas Menko Polhukam.

Editor: Rasid Ahmad
Sumber: Okezone/Youtube Kemenko Polhukam

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

SMAN 10 Pekanbaru Gelar Wisuda Tahfiz dan Berbagi Santunan Yatim serta Zakat Fitrah

rasid

Ungkap Kasus 30 Kg Sabu, Kapolda Riau Sambangi Mapolres Bengkalis Pakai Helikopter

rasid

Sambut Ramadhan, IZI Riau Gelar Pawai Tarhib Ramadhan di CFD Pekanbaru

rasid