Lebih Dari Sekadar Kata
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan didampingi Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo saat mengecek kondisi dispenser SPBU yang disegel. (Dok. Kemendag)

Mendag dan Pertamina Segel Dispenser SPBU Jalan Tol Jakarta-Cikampek Rest Area KM 42 Karawang

Katakata.id – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan didampingi Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menyegel dispenser SPBU 34.41345 Jalan Tol Jakarta-Cikampek Rest Area KM 42, Wanasari, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2024).

Penyegelan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan oleh Petugas Direktorat Metrologi Kemendag Indonesia dalam rangka persiapan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2024. Dari hasil pemeriksaan diduga ditemukan alat tambahan berupa switch/jumper pada 3 dispenser SPBU tersebut.

Mendag mengatakan bahwa pengamanan berupa penyegelan pada salah satu SPBU pada jalur mudik di wilayah Kabupaten Karawang karena berdasarkan hasil pengawasan diduga telah terjadi dugaan tindak pidana di bidang Metrologi Legal sebagaimana diatur pada UU No.2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

“Melalui pengamanan ini, maka selanjutnya akan dilakukan kegiatan pengawasan, pengamatan, penelitian dan/atau pemeriksaan guna menemukan benar tidaknya adanya dugaan tindak pidana tersebut terjadi,” kata Zulkifli.

Ia menerangkan pada pompa ukur BBM di SPBU ini diduga terpasang alat tambahan berupa switch/jumper yang dapat mempengaruhi hasil penakaran atau mempengaruhi jumlah volume cairan BBM yang diterima sehingga hal ini mengakibatkan kerugian pada masyarakat/konsumen dan mengenai potensi kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan mencapai 2 miliar rupiah per tahun.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan bahwa sebelumnya pertamina patra niaga sudah mengeluarkan surat peringatan pertama dan terakhir serta instruksi segera mengganti 3 dispenser tersebut dengan dispenser baru yang siap operasional selambat-lambatnya 2 minggu sejak terbitnya surat sanksi dari Pertamina Patra Niaga kepada SPBU tersebut.

“Pertamina mengapresiasi tindakan Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan RI dan berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan SPBU serta senantiasa akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya menjelang dan selama masa Satgas RAFI 2024,” kata Mars Ega.

Ia menyampaikan, berkaitan dengan penyegelan SPBU ini, pengamanan SPBU di jalur mudik dan rest area akan semakin ditingkatkan lagi demi memastikan bahwa pelayanan SPBU sesuai ketentuan, tepat kualitas dan tepat jumlah.

Mars Ega memastikan penyegelan dispenser SPBU ini tidak mempengaruhi ketersediaan BBM masyarakat di Wilayah Karawang.

“Pertamina Patra Niaga menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan stok BBM bagi seluruh masyarakat terutama di wilayah Karawang dan sekitarnya,” pungkasnya.

Editor: Rasid Ahmad || Sumber: siaran pers/Pertamina.com

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Polda Riau Kembali Bekuk 17 Tersangka Dengan Barang Bukti 48 Kg Sabu

rasid

Kejagung Tetapkan Menkominfo Johnny G Plate Sebagai Tersangka dan Ditahan di Rutan Salemba

rasid

Sengketa Tanah Gedung DPRD Inhil, Kuasa Hukum: Stop Pembangunan Pagar dan Hormati Proses Hukum

rasid