Lebih Dari Sekadar Kata
Proses jalannya sidang putusan pengadilan mantan kepala Bappeda Siak, Yan Prana Jaya di Pengadilan Negeri ( Foto : Istimewa )

Mantan Sekdaprov Riau, divonis 3 tahun penjara

KataKata.id – Yan Prana Jaya, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau divonis tiga tahun penjara atas kasus korupsi saat ia menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak.

Vonis tiga tahun majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru pada Pengadilan Negeri Pekanbaru itu lebih rendah dari tuntutan maksimal Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 7 tahun dan 6 bulan penjara.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Lilin Herlina SH MH dalam vonisnya menyatakan, perbuatan Yan Prana terbukti melakukan korupsi anggaran pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan makan minum di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2014 – 2017. Penilaian itu, sebagaimana dalam dakwaan pertama subsidair, bukan dakwaan primair.

Sementara untuk dugaan korupsi pemotongan anggaran perjalanan dinas, hakim menilai Yan Prana tidak terbukti melakukan hal tersebut.

“Menyatakan Yan Prana Jaya Indra Rasyid terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan pertama subsidair. menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara 3 tahun,” Kata hakim ketua saat pembacaan vonisnya.

Menurut majelis hakim, Yan Prana terbukti melanggar 3 jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Tidak hanya pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp 50 Juta kepada Yan Prana.

“Dengan ketentuan apabila tidak dibayar, diganti hukuman pidana penjara 3 bulan,” tutup Lilin Herlina.

Sebelumnya untuk diketahui, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menetapkan Yan Prana Jaya Indra Rasyid sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pada 22 Desember 2020 silam. Yan Prana diduga melakukan korupsi saat masih menjabat Kepala Bappeda Siak masa 2014-2017.

Dalam penetapan tersangka, Yan Prana diduga memotong dana rutin di kantor Bappeda Siak. Perbuatan Yan diduga merugikan negara Rp 1,8 miliar.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Kritik Pengamat Soal Belum Dinonaktifkannya SH

rasid

Eks Ketua LAM Pekanbaru Divonis 9 Bulan penjara

rasid

Kapolda Riau pimpin Gelar Apel Patroli dan Resmikan Drive Thru Terpadu di Polres Rohil

rasid