Lebih Dari Sekadar Kata
Para pelaku penyalahgunaan Narkoba yang diamankan oleh Tim Polda Riau [Foto : Humas Polda Riau]

Kapolda Ingatkan masyarakat Tak Tergiur Bujuk Rayu Sindikat

Katakata.id – Tim Subdit I Ditresnarkoba dipimpin AKBP Hardian Sik melakukan penggeledahan dipondok kayu di jalan Bangdes Sungai Parit, kota Dumai, Riau pada jumat (25/9/2021) pukul 05.30 WIB lalu.

Di TKP tersebut Tim berhasil mengamankan 5 orang. Kemudian Tim melanjutkan penggeledahan disekitar pondok dan menemukan box berwarna biru berisikan 5 (lima) buah tas berwarna hitam yang didalamnya diduga narkotika jenis shabu sebanyak 87 (delapan puluh tujuh) bungkus.

Berikutnya Tim melakukan pengembangan di jalan Moh Yamin dan jalan Pelajar Kota Dumai dan menangkap 2 (dua) pelaku lain yang bekerja sebagai transporter (becak laut) dengan peran sebagai pembawa narkotika jenis shabu tersebut dari Boya (lampu suar navigasi lalu lintas laut) perbatasan Malaysia Indonesia.

Ke 7 tersangka AS (20 tahun), MA (19 tahun), YF (30 tahun), MS (22 tahun), AS (20 tahun), da (54 tahun) dan AG (52 tahun)

Barang Bukti (Barbuk) yang berhasil diamankan berupa 87 (delapan puluh tujuh) bungkus narkotika jenis shabu didalam 5 (lima) buah tas, 1 (satu) buah box plastik persegi warna biru tempat di simpan tas – tas yang berisi narkotika, 5 (lima) buah hp merek Nokia, Oppo dan Samsung, 1 (satu) unit kapal 10 m dengan 3 (tiga) mesin Yamaha 200 dan 1 (satu) unit kapal kayu tanpa mesin.

Kapolda Riau Irjen Agung Setia saat menggelar konferensi pers bersama Kepala BNNP Riau Brigjen Robinson Siregar, Dir Resnarkoba Kombes Victor Siahaan, Kabid Humas Kombes Narto, Kabid Labfor AKBP Yani Nursyamsu serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Bengkalis menegaskan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di provinsi Riau.

“Saya tegaskan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba di sini, baik itu sindikat internasional maupun sindikat lokal. makin lama yang ditangkap orangnya makin terpelajar dan memiliki intelektual yang memadai untuk tidak terjerumus dalam perdagangan Narkoba,” tegas Agung.

“Pihaknya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau,” terang Agung.

“Ini adalah masalah hukum, tentu jawabannya adalah bagaimana mereka berproses hukum sebagaimana mestinya agar di hukum seberat-beratnya dan kita tahu peredaran ini masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran,” sambungnya.

Agung juga mengingatkan masyarakat yang ada di perairan agar tidak tergoda oleh rayuan pelaku narkoba.

“Bahwa iming-iming untuk menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar di angsana, ingatlah itu sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun. serta melanggar hukum pidana yang akan kita tegakkan setegak-tegaknya,” ungkap jenderal dua bintang tersebut.

Para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang narkotik, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Sumber : Rilis
Editor : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Aksi Penjabretan Terhadap Emak-emak di Pekanbaru Digagalkan Polisi

rasid

Buntut Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Sang Anak, AKBP Achiruddin Dipecat dari Polri

rasid

Klaim China soal laut Natuna Utara bertentangan dengan Hukum Internasional, ini kata Pengamat

rasid