Lebih Dari Sekadar Kata
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto. (Foto/istimewa)

Jumlah Korban Kasus Pembobolan Uang Nasabah di Bank Riau Kepri Bertambah

Katakata.id – Polisi menyebut korban dalam kasus pembobolan uang nasabah di Bank Riau Kepri (BRK) mencapai 101 korban.

Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto dalam keterangannya menjelaskan uang pembobolan hasil nasabah digunakan pelaku RP untuk judi online, Selasa (28/6/2022).

“Update terbaru korban pembobolan nasabah BRK mencapai 101 korban. Uang hasil pembobolan tersebut digunakan pelaku RP untuk bermain judi online,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, pelaku RP sudah melakukan perbuatannya dari tahun 2020.

“Pelaku RP ini dia karyawan tetap di BRK. Dia sudah melakukan perbuatannya dari tahun 2020,” ungkap Narto.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait keterlibatan pelaku lainnya.

“Apakah pelaku RP ini bekerja sendiri atau ada keterlibatan pelaku lainnya masih kita dalami. Tidak menutupi kemungkinan bakal ada pelaku baru dalam kasus ini,” tutup Narto.

Sebelumnya, pengungkapan perkara pembobolan rekening milik nasabah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Hal itu, setelah menerima laporan polisi dengan nomor LP/B/290/VI/2022/SPKT/RIAU, tanggal 24 Juni 2022.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menyampaikan, penarikan dana dari rekening tanpa pengetahuan nasabah berawal, saat Costumer Service (CS) Bank BRK Cabang Pasir Pangaraian dihubungi pelaku untuk meminta bantuan pembukaan dorman rekening tabungan atas nama nasabah, Kamis (17/6/2022) lalu.

Selang sehari kemudian, CS mengetahui telah terjadi transaksi penarikan uang menggunakan kartu ATM. Padahal, nasabah tersebut tidak memiliki nasabah kartu ATM. “Pada 21 Juni 2022, Quality Angsuran pegawai BRK Pasir Pangaraian mengetahui ada penarikan menggunakan kartu ATM atas nama Khadaffi,” ungkap Sunarto, Selasa (28/6/2022).

Atas temuan tersebut, dilaporkan ke Kepolisian dan ditindaklanjuti Subdit II Reskrimsus Polda Riau. Hingga akhirnya ditetapkan seorang tersangka yang merupakan pegawai tetap di bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu. Tersangka diduga melakukan pembobol dana nasabah menggunakan kartu ATM di BRK Cabang Pekanbaru antara 2020-2022.

“Kami telah menetapkan tersangka berinisial RP (Rezki Purwanto, red). Tersangka telah ditahan,” sebut pria yang akrab disapa Narto ini.

Lebih lanjut disampaikan perwira polisi berpangkat tiga bunga melati ini, Rezki Purwanto melakukan pembobolan dana rekening milik 71 nasabah di Bank BRK. Tak tanggung-tanggung, nasabah mengalami kerugian miliaran rupiah.

“Ada 71 orang nasabah yang jadi korban. Kerugiannya sebesar Rp5.027.191.603,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) huruf a jo ayat (2) huruf b Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Ancaman pidananya minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda minimal Rp5 miliar dan maksimal Rp200 miliar. (Fik/Rsd)

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Kajari optimis kasus Mega Proyek di Kuansing akan selesai akhir tahun ini

rasid

Dugaan Pelecehan Dosen Unri, SH Diperiksa Pakai Alat Deteksi Kebohongan

rasid

DPR Setujui Amnesti untuk Dosen Unsyiah Kuala Banda Aceh

rasid