Lebih Dari Sekadar Kata
Penyegelan Ruang Kerja Dekan Fisip Unri oleh pihak kepolisian. [Foto : istimewa]

Jadi Tersangka, Rektor Unri Diminta Nonaktifkan SH sebagai Dekan

Katakata.id – Ditetapkannya Syafri Harto (SH) sebagai tersangka dugaan kasus pelecehan seksual oleh Polda Riau pagi ini (18/11/2021), memantik keriuhan ditengah masyarakat. Lini masa media sosial dipenuhi dengan tangkapan layar pemberitaan penetapan Dekan FISIP UNRI ini dari beberapa media massa. Sebagian besar masyarakat terutama yang berasal dari kelompok mahasiswa, menyambut penetapan ini sebagai langkah tepat kepolisian untuk memulihkan hak korban.

Irfan Bifthaussalam (24), Ketua Umum HMI Komisariat Fisip Unri, menyambut langkah kepolisian dengan optimisme. Menurutnya, setelah sekian banyak kasus pelecehan seksual yang diadukan ke pihak kepolisian, tak satupun yang menemui titik terang. Namun dalam kasus mahasiswi Fisip Unri ini, kepolisian berani mengambil langkah tegas dan berpijak pada perspektif korban.

“Dalam kasus pelecehan seksual ini, yang harus dikedepankan adalah kesaksian korban. Saya mengapresiasi kepolisian karena berani mengambil sikap berdiri bersama korban dan mengambil langkah tegas serta tepat kepada pelaku,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Namun, Irfan yang merupakan alumni Program Studi Pariwisata FISIP UNRI ini, menyesalkan pihak Pimpinan Perguruan Tinggi yang tak seberani pihak kepolisian. Setelah hampir dua minggu kasus ini berjalan, belum satupun melihat ada kebijakan Rektorat Unri yang memulihkan hak korban.

Dia menjelaskan, bahwa pemulihan hak korban merupakan kewajiban perguruan tinggi sebagaimana dimaksud dalam Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021. Dalam pasal tersebut, perguruan tinggi harus melakukan upaya pendampingan psikologis, perlindungan korban serta saksi dari ancaman fisik ataupun sanksi akademis, serta memastikan upaya penanganan kasus kekerasan seksual berjalan dengan adil dan transparan.

“Kenapa Aras Mulyadi tidak kunjung menonaktifkan SH dari jabatan serta tugas akademiknya? Seharusnya kan yang lebih dulu mengeluarkan kebijakan itu Aras Mulyadi. Kok ketegasan polisi ini, tak dicontoh Aras Mulyadi?,” ujarnya dengan nada heran.

Lebih lanjut lagi dia menuturkan, sikap Rektor Unri yang terkesan mengulur-ngulur waktu ini, didasari oleh PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Kini dengan telah ditetapkannya Syafri Harto sebagai tersangka, Aras Mulyadi menurutnya tidak lagi punya dalih mempertahankan posisi Syafri Harto sebagai Dekan ataupun pendidik.

“Kita mendesak agar Rektor Aras Mulyadi segera menonaktifkan SH dari statusnya sebagai pendidik atau pun Dekan Fisip Unri. Kita tidak mau, ruang akademik dipimpin oleh individu yang tidak berintegritas,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Terlibat Tindak Pidana Narkoba, 6 Pegawai Kemenkumham Riau Dipecat

rasid

Ditresnarkoba Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp32 Miliar

rasid

Sepanjang 2021 BNNP Riau Ungkap 41 Kasus Narkotika dan Sita 10 Kg Sabu

rasid