Lebih Dari Sekadar Kata

Dekan Fisip Unri SH Dicecar 70 Pertanyaan, Berikut penjelasan Polda Riau

Katakata.id – Dekan Fisip Unri, Syafri Harto (SH) dicecar 70 pertanyaan atas kasus dugaan pencabulan seorang mahasiswi berinisial L dikawasan kampus Universitas Riau.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto ketika dikonfirmasi, Selasa (23/11/2021).

“Terhadap tersangka SH telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Lebih kurang ada 70 pertanyaan diajukan penyidik,” katanya.

Terhadap tersangka ini , Sunarto mengatakan tidak dilakukan penahanan karena koperatif menjalani pemeriksaan.

“Tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka SH itu berdasarkan pertimbangan penyidik bahwa yang bersangkutan dianggap cukup kooperatif, tidak akan mempersulit penyidikan, dan ada jaminan dari kuasa hukumnya,” terang pria yang akrab disapa Narto ini.

Tidak ditahannya tersangka pencabulan tersebut, penyidik memberlakukan tersangka Syafri Harto untuk wajib lapor.

“Tersangka SH dikenakan wajib lapor 2 kali dalam seminggu (Senin dan Kamis),” demikian kata Narto.

Untuk diketahui, seorang mahasiswi Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI angkatan 2018 mengaku telah dilecehkan dosen pembimbingnya bernama Syafri Harto dilingkungan kampus.

Itu diungkapkan mahasiwi berinisial L di media sosial Instagram di akun @komahi-ur.

Isu penonaktifan SH

Terkait isu penonaktifan SH sebagai Dekan Fisip Unri Juru bicara Tim Pencari Fakta (TPF) Prof Sujianto mengatakan Rektor sepenuhnya mengacu kepada PP Nomor 53 tahun 2010, PP nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin pegawai negeri PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri. permendikbudristek nomor 81 tahun 2017 tentang statuta.

“Jadi, kami tidak serta merta melakukan penonaktifan karena kita harus mengacu kepada peraturan – peraturan,” kata Sujianto dikutip dari tayangan video akun instagram @bahana_unri, Selasa (23/11/2021).

“Rektor bersama pihak terkait selalu berkoordinasi,” terangnya.

“Jadi, sampai tadi pagi kita juga berkoordinasi dengan kemendikbud ristek bagaimana memecahkan permasalahan ini,” ungkap Sujianto.

Sedangkan untuk mahasiswa bimbingan SH ini Dikatakan Sujianto, silahkan mahasiswa itu mengajukan perubahan pembimbing kepada pihak jurusan dan mengajukan surat.

“Kemarin itu ketua tim TPF datang ke Fisip ketemu dengan pembantu pembantu Dekan diharapkan proses pembimbingan, proses pengajaran itu tidak boleh berhenti artinya bagi mahasiswa silahkan mengajukan permohonan perubahan pembimbing,” katanya.

“Ini dilakukan untuk tidak menghambat proses dari penyelesaian skripsi bagi anak – anak kita,” tutup Sujianto.

Editor : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

DKPP Jatuhkan Sanksi Kepada Sekjen Bawaslu dan Berhentikan Tujuh Penyelenggara Pemilu dari Jabatan

rasid

Pertama Dilakukan, KPK Kolaborasi Dengan Polda Riau Lakukan Pencegahan Korupsi

rasid

Beraksi 97 Kali, 9 Komplotan Jambret Diringkus Tim Jatanras Polda Riau

rasid