Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi gedung KPK (foto : kpk.go.id )

Bupati Bintan jalani pemeriksaan perdana, anak Gubernur Kepri diangkat jadi Plt

KataKata.id – Bupati Bintan periode 2016-2021, Apri Sujadi, menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengaturan kuota rokok dan minuman beralkohol (minol) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hari ini pemeriksaan tersangka AS [Apri Sujadi], Bupati Bintan,terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan tahun 2016-2018,” ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis dikutip dari CNN, Selasa (24/8).

Dalam kasus ini, lembaga antirasuah menetapkan dua tersangka. Satu tersangka lainnya adalah Plt Kepala Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Wilayah Kabupaten Bintan, Mohd Saleh H Umar.

Pada periode 2017-2018, Apri diduga menerima uang sejumlah Rp6,3 miliar. Sedangkan Mohd Saleh menerima Rp800 juta. Uang itu diperoleh dari para distributor rokok yang mengajukan kuota rokok di BP Bintan.

KPK menemukan ada kerugian keuangan negara sekitar Rp250 miliar dari perbuatan korupsi yang dilakukan kedua tersangka dimaksud.

Apri dan Mohd Saleh disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kedua tersangka saat ini sedang menjalani masa tahanan untuk 20 hari. Apri ditahan diRumah Tahanan Negara (Rutan) KPK cabang Gedung Merah Putih, sementara Mohd Saleh ditahan di Rutan Kavling C1 ACLC.

Sebelum kasus ini diproses KPK,Direktorat Jenderal Bea dan Cukai lebih dulu mengirimkan surat No.S-710/BC/2015 tentang Evaluasi Penetapan Barang Kena Cukai (BKC) ke KPBPB.

Surat itu di antaranya berisi teguran kepada BPB Intan terkait dengan jumlah kuota rokok yang diterbitkan pada tahun 2015 lebih besar dari yang seharusnya.

Anak Gubernur Kepri diangkat jadi Plt Bupati

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyerahkan surat keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan kepada Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan. Penyerahan SK dilakukan setelah Bupati Bintan nonaktif, Apri Sujadi, ditahan KPK.

Dilihat dari situs resmi Pemkab Bintan, Selasa (24/8/2021), penyerahan SK itu dilakukan di Ruang Kerja Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (23/8/2021).

Ansar Ahmad mengatakan penyerahan SK telah sesuai mekanisme yang berlaku. Dia mengingatkan Roby, yang merupakan anaknya, fokus memperbaiki kinerja, terutama soal penyerapan anggaran.

“Kita harapkan prioritas ini hendaknya dapat segera dilaksanakan khususnya lagi terkait penyerapan anggaran, serta kita harapkan juga agar kita semua bisa mendoakan untuk sahabat kita, Bupati Bintan, Apri Sujadi, dapat dimudahkan dalam menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapinya,” ujarnya dikutip dari Detik.

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan dirinya akan bekerja keras menuntaskan visi-misi Bintan Rumah Kita.

Dia mengatakan terus berkoordinasi bersama Apri terkait pelaksanaan program-program Gerbang Kampung, pinjaman tanpa bunga bagi UMKM serta program BLT untuk lansia.

“Tentu dalam menjalankan visi misi ‘Bintan Rumah Kita’ ini, saya akan terus berkoordinasi dengan Bupati Bintan, Apri Sujadi, agar program-program tersebut bisa terlaksana dengan lancar nantinya,” ujarnya.

Editor : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Pisah Sambut Kapolda Riau Pakai Tepung Tawar, Ini Pesan Irjen Agung ke Irjen Iqbal

rasid

KPK Panggil 2 Elite Partai Demokrat Terkait Kasus Korupsi Bupati PPU Nonaktif

rasid

Bareskrim Polri Ungkap kejahatan seksual anak melalui game Freefire

rasid