Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi Pertashop [internet]

Program Pertashop Permudah Aksesibilitas Energi Bagi masyarakat

KataKata.id – Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan program Pertashop sejalan dengan program Pertamina One Village One Outlet (OVOO). Menurutnya, kehadiran Pertashop dapat mempermudah aksesibilitas energi bagi masyarakat desa, sekaligus menggerakkan perekonomian di desa.

Nicke menyebut dengan mendorong pertumbuhan Pertashop, maka semua pihak juga ikut berkontribusi pada 3 hal. Pertama, mendorong penurunan emisi karbon karena produk yang dijual di Pertashop adalah produk ramah lingkungan.

“Pada saat ini dari shifting pengguna Premium ke Pertalite, diprediksi terjadi penurunan emisi karbon sebesar 5 juta ton dan pada 2022, seiring pertumbuhan Pertamax diharapkan penurunan emisi karbon dapat tercapai 12 juta ton,” ujarnya mengutip detikcom, Ahad (17/10/2021).

Kedua, Pertashop akan mendorong pertumbuhan TKDN dan sesuai dengan implementasi SDGs no 8, yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, membuka kesempatan kerja yang produktif serta menyeluruh serta pekerjaan yang layak.

Terakhir, Pertashop juga bekerja sama dengan perbankan dan bisa menciptakan new crowd sentra-sentra bisnis di desa, sehingga dana akan bergulir di pedesaan.

Namun tantangan dalam implementasi pengembangan Pertashop di seluruh Indonesia sangat banyak dan sulit jika hanya dilakukan satu pihak.

“Oleh karena itu diperlukan bantuan, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak termasuk melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat Desa,” tutur Nicke.

Pertamina terus berupaya untuk dapat menghadirkan Pertashop di 7.196 Kecamatan di seluruh Indonesia. Sampai dengan awal bulan Oktober 2021, jumlah Pertashop yang sudah beroperasi telah mencapai 2.848 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Erick Thohir menyampaikan Pemerintah telah mendorong program-program yang dapat memastikan tiga hal termasuk Pertashop yakni bagaimana BUMN bisa membantu pendanaan, BUMN melakukan pendampingan, juga BUMN dapat membuka akses pasar.

“Alhamdulillah dari data-data yang saya dapat, di Sumatera ini sudah ada 1.033 Pertashop, khususnya di Lampung ada 206 Pertashop,” ujar Erick

Anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Kadir Karding menyarankan kepada jajaran PT Pertamina (Persero) untuk lebih pro aktif dalam mensosialisasikan program Pertashop kepada masyarakat.

Hal tersebut dikatakan olehnya saat mengikuti FGD Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI dengan Direktur PT Pertamina beserta jajaran, di Bali, beberapa waktu lalu.

Menurutnya program ini sangat bermanfaat, agar kebutuhan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM) merata sampai ke pelosok desa.

“Jadi Pertashop ini memang suatu program yang patut kita apresiasi dan dukung. Tujuannya adalah agar kebutuhan akan BBM ini tersalurkan merata ke seluruh Indonesia. Selama ini problem kita memang pada tahap distribusi,” ujar Karding mengutip ruangenergi, Senin (11/10/2021) lalu.

Dia memandang bahwa program Pertashop ini bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi masyarakat, misalnya pondok pesantren bisa bermitra untuk menjual produk Pertashop. Akan tetapi dengan catatan, Pertamina nantinya akan melakukan pendampingan dari sisi manajemen dan akses permodalan ke Bank-Bank Himbara.

Dia berharap Pertamina juga pro aktif mensosialisasikan program ini ke pondok pesantren, koperasi dan BUMDes. Sehingga distribusinya dapat terlayani dengan baik dan kebetuhan energi yang ramah lingkungan kita dapat, tapi juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” tutur Karding.

Dia juga mengapresiasi, raw material pada pembuatan alat-alat yang dibutuhkan Pertashop yang hampir 100% produksi dalam negeri.

“Tentu kita harus dorong semampu kita terhadap produksinya, kita tidak boleh terus memerus impor, ada masa dan batasnya. Sehingga kita harus terus memacu anak-anak bangsa kita untuk melakukan produksi dalam negeri, pasti nilai ekonomisnya juga besar,” paparnya.

Editor : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

BPS Sebut Ekonomi Riau Tumbuh 4 persen Pada Kuartal III

rasid

Penantian Selama 10 Tahun, Akhirnya Manajemen dan Serikat Pekerja PLN Teken Perjanjian Kerja Bersama

rasid

Cerita investor nusantara, media sharing investor Indonesia

rasid