Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi [Shutterstock.com]

Petisi Tolak Syarat PCR Naik Pesawat Tembus 41 Ribu Tandatangan

KataKata.id – Sekitar empat puluh satu ribu orang menandatangani petisi online mendesak pemerintah menghapuskan syarat wajib tes PCR pada moda transportasi udara, dan meminta pemerintah mengembalikan opsi awal yakni rapit test antigen sebagai syarat perjalanan dalam moda penerbangan.

Berdasarkan pengamatan Katakata.id hingga pukul 16.00 WIB, Selasa 26 Oktober 2021, Petisi melalui platform Change.org yang pertama kali dibuat oleh salah orang engineer pesawat Dewangga Pradityo Putra ini sudah didukung oleh 41.467 suara masyarakat secara online.

Dalam petisinya, Dewangga menyebut dirinya merasakan sekali dampak pandemi ini di pekerjaan. Penerbangan berkurang, teman saya juga sampai ada yang dirumahkan jadinya.

“Makanya, ketika awal – awal kebijakan sudah vaksin boleh terbang dengan syarat antigen, dirinya bersyukur. Ada harapan bagi kami,” sebutnya dalam tulisan yang dimuat di Change.org.

“Eh, tetapi peraturan malah diubah. Mereka yang sudah vaksin sekalipun tetap harus tes PCR kalau mau terbang ke daerah PPKM Level 3 dan 4. Ini peraturan yang aneh. Apalagi persyaratan ini hanya pada moda transportasi udara, tidak dengan moda transportasi lainnya,” ungkapnya.

Lebih jauh Dewangga menjelaskan, PCR itu alat diagnosis, supaya akurat ketika ada gejala. Alat screening ya tes antigen, apalagi kalau orang sudah divaksin Dua kali.

“Kedua, sirkulasi udara di pesawat sebenarnya lebih aman, karena sudah terfiltrasi HEPA. Udara di dalam kabin pun tersirkulasi dan terfiltrasi dengan baik, sehingga mencegah adanya penyebaran virus. Kalau kereta atau bus, emang ada?, ” jelasnya sambil bertanya.

Lanjut dia, Ketiga, harga PCR di Indonesia mahal banget! Bisa jadi bahkan lebih mahal dari harga tiket.

Makanya, melalui petisi ini, dia meminta agar tes antigen dikembalikan sebagai syarat untuk penerbangan, terutama untuk mereka yang sudah divaksin.

“Dengan syarat ini, dirinya yakin industri penerbangan dan pariwisata akan bangkit, dan orang yang mau divaksin juga bakal bertambah,” ujarnya.

Dewangga berharap pemerintah mengerti dan paham situasinya, jangan sampai pandemi berakhir, pengangguran justru semakin bertambah.

Sejumlah kalangan akhir – akhir ini mempertanyakan syarat baru dari pemerintah yang mewajibkan penumpang pesawat udara untuk membawa hasil pemeriksaan negatif covid-19 dengan skema PCR, meskipun sudah divaksin sebanyak dua kali. pemberlakuan itu sudah berlaku sejak Ahad 24 Oktober 2021.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas covid-19 Alexander Kaliaga Ginting memastikan pemerintah akan terus mengevaluasi kebijakan tersebut.

“Setiap kebijakan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) leveling akan terus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sebaran kasus covid-19 yang ada di masyarakat,” kata Alexander mengutip CNN Indonesia, Selasa 26 Oktober 2021.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memerintahkan kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR hingga Rp300 ribu. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (25/10) kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi juga ingin melonggarkan syarat perjalanan. Menurutnya, masa berlaku tes PCR akan diperpanjang menjadi 3 x 24 jam.

Editor : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Ragam Penghargaan dalam sinergi BEI Hingga Luncurkan Pesan Edukasi Pasar Modal

rasid

Penyaluran BBM Bersubsidi Sudah Mencapai 70% dari Kuota, Ini Kata Pertamina dan DPR

rasid

PPKM level 4 pusat perbelanjaan belum bisa beroperasi penuh

rasid