Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi holding. [Internet]

Menteri BUMN Klaim Transformasi Holding Pertamina Berhasil, Dahlan Bilang Begini

KataKata.id – Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim transformasi Pertamina dengan membentuk 6 subholding telah berhasil menemukan potensi temuan baru gas dan minyak sebesar 204 juta barel di sektor hulu.

Erick menilai, penemuan ini merupakan kabar gembira mengingat produksi migas nasional yang terus mengalami penurunan. Menurutnya, transformasi dalam bentuk sub holding membuat kinerja Pertamina lebih efisien dan fokus pada bisnis utama masing-masing subholding.

“Contoh saja yang selama ini kita kekurangan penemuan sumber gas dan minyak, setelah dikonsolidasi kita dapat temuan baru 204 juta barel dan yang terpenting, hulu sekarang untung 1 miliar dolar AS, jauh di atas target,” ujar Erick mengutip dari Republika.

Dia memastikan subholding menjadi fondasi yang kuat untuk Pertamina menuju valuasi 100 dolar AS. Erick meyakini hal ini akan terealisasi mengingat posisi Pertamina yang saat ini sudah masuk 500 perusahaan terbesar dunia.

Sementara itu, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, semangat merealisasikan holding BUMN memang tinggi. begitu pembentukan holding Pertamina selesai langsung ke Pelindo. Selesai juga. Sejak 1 Oktober lalu. Tidak ada lagi PT Pelindo 1,2,3, dan 4. Semua dilebur menjadi satu PT Pelabuhan Indonesia.

“Subholdingnya ada 4 : PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Solusi Logistik, dan PT Pelindo Pelayanan Pelabuhan,” kata Dahlan mengutip disway.id, Selasa 26 Oktober 2021.

“Kantor pusat Multi Terminal di Medan, Terminal Petikemas di Surabaya, Pelayanan Pelabuhan di Makassar. Tidak mudah menyatukan Pelindo 1,2,3 dan 4 itu. Toh akhirnya bisa juga,” ungkapnya.

Menurut Dahlan, Menteri BUMN benar – benar telah mampu memanfaatkan iklim kekompakan politik di bawah Presiden Jokowi. Tapi angka – angka kinerja tidak akan bisa bohong. Benar -tidaknya pembentukan holding lebih baik akan terlihat kelak dari angka – angka yang dicapai.

“Khusus untuk Pelindo ditambah dengan waktu tunggu kapal di pelabuhan: lebih cepat atau sama saja,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pembentukan holding Pertamina juga harusnya bisa menyelesaikan persaingan tidak sehat antara PGN dan Pertamina Gas. Apalagi sejak sebelum dibentuk holding keduanya sudah merger. Salah satu korban persaingan keduanya dulu adalah pipa gas trans Jawa.

“Sampai hari ini belum ada pipa gas yang melewati Jawa Tengah. Padahal kawasan industri sudah banyak dibuka di Jateng. Termasuk kawasan industri Batang yang dipromosikan besar – besaran itu. Pipa seperti itu mungkin tidak langsung mengatrol laba Pertamina. Tapi yang seperti itu sangat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama Jateng,” jelasnya.

“Jangan-jangan masa depan Pertamina justru di sektor pipanisasi gas seperti itu. Di seluruh Indonesia. yang berbeda dengan bensin tidak akan tergantikan oleh listrik,” tutup Dahlan.

Editor : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Pertamina Berencana Menaikkan Harga Pertamax Series, Berikut Faktor Pemicunya

rasid

Kunker ke Riau ini Target Menteri ESDM kepada PHR

rasid

Kapolri Minta HIPMI Kawal Seluruh Kebijakan Pertumbuhan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

rasid