Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau (Dok. mediacenterriau).

Kata Sejumlah Tokoh Riau Soal Perda Bank Riau Kepri Syariah

Katakata.id – Sejumlah tokoh di Riau beri apresiasi atas kinerja semua pihak, khususnya Pemprov Riau dan Bank Riau Kepri (BRK) yang telah meloloskan Perda BRK konvensional menjadi BRK syariah, melalui rapat paripurna DPRD Riau , Kamis (19/5/2022) lalu.

Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Chaidir. Ia mengapresiasi kepada semua pihak dalam merencanakan BRK menjadi BRK Bank Syariah yang sudah lama dibicarakan. Namun, panggung semakin jelas ketika pasangan Syamsuar-Edy menjadi Kepala Daerah selama tiga tahun.

Chaidir mengungkapkan, selama ini dari berbagai indikasi, ciri budaya melayu dalam perspektif nilai belum dirasakan menjadi urat nadi pembangunan ekonomi di negeri ini. Yang jelas, masyarakat Riau enggan bersusah payah untuk berubah dari zona nyaman. Sehingga salah satu pemikiran Gubernur Syamsuar yang menyadari, bahwa tekadnya untuk mengubah pola bisnis Bank Riau Kepri dari bank konvensional, berubah total menjadi bank syariah.

Dijelaskannya, BRK Syariah diyakini menjadi instrumen utama dalam mendukung visi Riau sebagai pusat ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara. Praktik perbankan syariah yang disebut Gubernur Riau menegaskan posisi Riau dalam pembangunan ekonomi di daerah ini.

“Gubernur sepertinya tidak mau tanggung-tanggung alias abu-abu. Halal ya halal, non-halal ya non-halal. Tidak boleh dicampuradukkan. Seperti yang kita pahami, bank syariah adalah sistem perbankan yang bisnisnya didasarkan pada Syariat Islam (Syariah),” ujarnya di Pekanbaru, Ahad (22/5/2022).

Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Edyanus Herman Halim melihat transformasi Bank Riau Kepri yang semula konvensional menjadi syariah membuka peluang bagi BRK untuk membangun kerjasama dengan negara-negara muslim. Termasuk dalam pengelolaan haji dan umrah.

Ia menilai transisi ini tentunya juga akan berdampak positif dalam menciptakan peluang bisnis yang lebih prospektif di masa mendatang, artinya peluang bisnis tersebut tidak hanya dapat dinikmati oleh nasabah BRK muslim tetapi juga nasabah BRK non muslim.

“Sebelumnya hanya ada unit usaha syariah dengan modal yang relatif kecil. Kalau sekarang bisa lebih mengandalkan modal karena bukan hanya unit usaha tapi juga perusahaan yang berbentuk bisnis syariah,” ujar Edyanus.

Menurut Ekonom Universitas Riau ini, perubahan BRK ke syariah dapat mendorong pembiayaan UMKM lebih luas, terutama pada usaha masyarakat yang selama ini belum mau ditopang oleh bank konvensional.

“Mereka ingin mendapatkan modal tetapi sumber modal berbasis syariah masih terbatas. Masuknya BRK ke bisnis berbasis syariah ini bisa menjadi tulang punggung UMKM,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Baznas Provinsi Riau, ustaz Masriadi Hasan. Ia juga mengapresiasi pengesahan Permen BRK tersebut. Yang jelas masyarakat Riau patut disyukuri setelah melalui proses panjang dan upaya dari semua pihak terutama Gubernur Riau Syamsuar, akhirnya masyarakat Riau memiliki bank syariah yaitu Bank Riau Kepri Syariah.

“Alhamdulillah akhirnya masyarakat Riau memiliki bank syariah yaitu Bank Riau Kepri Syariah. Kami sangat yakin dengan keberadaan lembaga keuangan lokal yang berprinsip syariah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Riau yang mayoritas beragama Islam, “tambahnya.

Ketua PWNU, Rusli Ahmad juga menyampaikan hal yang serupa. Ia mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan Bank Riau Kepri yang akan segera menjadi syariah. Ia berharap dengan menjadi bank syariah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Riau.

“Selain itu diharapkan Bank Riau Kepri dapat lebih meningkatkan pelayanannya menjadi lebih baik lagi. Selanjutnya Bank Riau Kepri harus menambah atau membuka kantor cabang pembantu di daerah, misalnya di satu kecamatan ada satu Bank Riau Kepri, ” sarannya.

Editor: Rasid Ahmad || Sumber: Mediacenter Riau

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Tinjau Vaksin Center, Kakorlantas puji Polda Riau

rasid

Harga Pertamax Resmi Naik, Mulai Berlaku 1 April 2022

rasid

Gubri tegaskan semua daerah di Riau harus pengetatan PPKM, tak hanya Pekanbaru

admin