Lebih Dari Sekadar Kata
proses pengiriman surat ke kantor Staf Presiden RI oleh perwakilan pengurus FSPPB dan SP PLN ( Foto : Dok. FSPPB)

FSPPB dan SP PLN surati Jokowi, minta batalkan privatisasi energi nasional

KaKata.id – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan SP PLN Grup menyurati Presiden Joko Widodo terkait permohonan pembatalan rencana Privatisasi energi nasional melalui program Holding Subholding dan IPO PT Pertamina dan PLN.

Ini berawal dari rencana kementerian BUMN yang akan melakukan program Holding subholding dan kemudian melakukan IPO pada pertamina international shipping.

“jadi intinya kami sudah menyurati Presiden Joko Widodo. Minta agar rencana Privatisasi energi nasional dan IPO itu dibatalkan,” kata Perwakilan FSPPB, Capten Marcellus Hakeng saat dimintai konfirmasi, Senin (23/8/2021).

“ini sebagai bentuk keseriusan kami dalam berjuang,” ujarnya.

Marcellus menjelaskan, hari ini tim kami sudah bergerak. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi para pihak-pihak pemangku kepentingan di negara ini termasuk masyarakat tidak mengetahui persoalan ini. kami juga menembuskan surat tersebut kepada Gubernur – Gubernur yang ada di Indonesia.

“Surat itu langsung kami sampaikan ke Presiden saja. Karena presiden memiliki otoritas tertinggi dalam memutuskan soal pembatalan rencana itu,” jelasnya.

“Jadi, Presiden juga tentu sudah melihat aksi – aksi korporasi kami. mohon doanya dari masyarakat Indonesia terkait perjuangan ini,” tutup Marcelles.

Berikut isi pernyataan sikap dari FSPPB dan SP PLN :

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Beli Pertalite dan Solar Wajib Daftar di Aplikasi Mulai Juli, di Riau Rencananya Berlaku September

rasid

Blok Rokan kado istimewa Hut Riau dan Hut Kemerdekaan RI

rasid

Caketum Hipmi Riau diharapkan mendorong percepatan ekonomi

rasid