Lebih Dari Sekadar Kata
Saat Karni Ilyas mengundang Dahlan Iskan di channel Youtube Karni Ilyas Club ( Foto : tangkapan layar Youtube Karni Ilyas Club)

Cerita Dahlan soal kegiatan ekspor di masa pandemi Covid-19

KataKata.id – Ekonomi mengalami resesi lalu direcovery dan utang kita pun semakin banyak. nasib BUMN juga mengalami kerugian di masa Pandemi Covid-19. kegiatan ekspor juga mengalami kondisi yang memprihatinkan terutama persoalan pada kapal dan kontainer pengangkut barang – barang ekspor.

“Saya ini tergolong orang yang optimistis. jadi, saya bukan orang yang pesimistis. kalau saya mengatakan kita tetap punya masa depan dengan segala macam itu karena memang saya orang optimistis,” kata Dahlan Iskan saat bercerita melalui Youtube Karni Ilyas Club, Jumat (27/8/2021).

“Memang sekarang gampang sekali untuk mengatakan ya ekonomi kita kurang baik kan karena ada Covid. gampang sekali mengatakan itu. padahal sebelum Covid juga sudah kurang baik begitu,” terang Dahlan.

Dahlan menjelaskan, memang harapan kita satu-satunya kapan Covid ini selesai. itu saja harapan kita satu-satunya. karena sekarang misalnya ekspor kita memang bagus dan membaik ekspor kita. kita surplus neraca perdagangan sekarang. tetapi dua minggu terakhir kita dihantam oleh krisis kapal dan krisis kontainer.

“Sekarang ini eksportir – eksportir itu mengeluh sulit mendapat kapal. ini kita baru akan senang kita sudah mulai surplus kemudian eksportir sudah mulai dapat pasar tiba – tiba dihantam dan ini belum pernah terjadi krisis. krisis kapal dan kontainer. sulit dapat kapal itu karena terutama Tiongkok itu ekonominya bangkit luar biasa belakangan ini dan ekspornya ke Amerika juga gila – gilaan,” jelasnya.

“Sehingga kontainer ini habis untuk transport barang-barang Tiongkok Amerika sebaliknya Amerika Tiongkok, akhirnya kontainer kesedot ke sana dan bukan hanya itu,” ungkap Dahlan.

“Disisi lain kapal – kapal besar sekarang ini semua lebih menguntungkan kalau dioperasikan antara pelabuhan – pelabuhan Tiongkok dan pelabuhan – pelabuhan Amerika,” ujarnya.

Lanjut Dahlan, sementara dalam dua tahun terakhir ini tidak satu pun perusahaan kapal yang punya kapal baru. tidak ada pesanan kapal baru. sementara kapal – kapal lama sejak dua tahun yang lalu sampai enam bulan yang lalu itu banyak sekali orang menjual kapal kepada pedagang besi tua karena harga besi tua lagi sangat tinggi.

“Jadi, teman saya teman baik sekali punya kapal yang sangat bagus. masih bagus, masih beroperasi dia bisa jual dan lebih menguntungkan daripada berpuluh – puluh kapal dalam dua tahun terakhir ini dibesi tuakan,” terangnya.

“Sementara tidak ada kapal baru. Tiongkok Covidnya sudah selesai dan ekspor ke Amerikanya besar sekali kesedot semua,” cerita dahlan.

“Kita di Indonesia ini setengah mati sekarang,” tutupnya.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Disebut BPK Punya Utang Pajak BBM, Ini Tanggapan Pertamina

rasid

BPH Migas Tetapkan Kuota BBM Pertalite 32,56 Juta KL dan Solar 17 Juta KL Pada 2023

rasid

WK Rokan ukir sejarah baru , ini harapan Menteri ESDM

rasid